Berita

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).(Foto: Istimewa)

Politik

Warisan Politik SBY Ditinggalkan AHY!

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 14:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan Partai Demokrat mendukung wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai mencerminkan pergeseran sikap politik yang mengorbankan konsistensi historis partai demi kepentingan kekuasaan saat ini.

Pengamat Politik Arifki Chaniago menilai langkah Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpotensi berbenturan dengan warisan politik Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ini pilihan rasional secara jangka pendek, tapi mahal secara simbolik,” ujar Arifki dalam keterangan resminya, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.


Ia mengingatkan, pada 2014 SBY secara tegas menolak Pilkada melalui DPRD dengan menerbitkan Perppu demi mempertahankan mekanisme Pilkada langsung sebagai bagian dari komitmen demokrasi elektoral.

Menurut Arifki, perubahan sikap Demokrat saat ini bukan sekadar koreksi kebijakan, melainkan keputusan strategis untuk menyesuaikan diri dengan arus besar koalisi pemerintahan.

Dengan mayoritas partai di parlemen mendukung Pilkada via DPRD, ruang manuver Demokrat untuk mengambil posisi berbeda memang semakin sempit. Namun, konsekuensinya tidak kecil.

“Yang dipilih adalah tetap berada di lingkar kekuasaan, meski harus membayar harga berupa pudarnya kesinambungan sikap politik masa lalu,” tegas Direktur Eksekutif Aljabar Startegic Indonesia ini.

Arifki berpendapat tanpa narasi politik yang kuat dan penjelasan terbuka kepada publik, dukungan Demokrat terhadap Pilkada lewat DPRD berisiko dibaca sebagai pelepasan nilai historis yang selama ini menjadi pembeda partai.

“Secara jangka pendek Demokrat aman berada di barisan mayoritas. Tapi secara jangka panjang, partai ini harus menjawab satu hal: apa lagi identitas politik Demokrat jika warisan sikap lama soal demokrasi elektoral ikut ditinggalkan,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya