Berita

Penyitaan kapal tanker terkait Rusia dan Venezuela oleh AS (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Dunia

Rusia Panas! Kapal Tanker Bella 1 Disita Amerika

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia menuduh militer Amerika Serikat (AS) melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut setelah sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia disita di perairan internasional Atlantik Utara.

Kementerian Transportasi Rusia mengonfirmasi bahwa kapal tanker bernama Marinera -- sebelumnya dikenal sebagai Bella 1 -- telah diambil alih oleh militer AS. Penyitaan itu sebelumnya diumumkan oleh Komando Eropa AS dengan alasan dugaan pelanggaran sanksi Amerika Serikat.

Menurut pihak Rusia, kapal tersebut dinaiki oleh personel militer AS di laut lepas, di luar wilayah teritorial negara mana pun. Setelah itu, kontak dengan kapal terputus.


“Pada 24 Desember 2025, Marinera menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia sesuai hukum Rusia dan internasional,” kata Kementerian Transportasi Rusia, dikutip dari RT, Kamis 8 Januari 2026.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan terus memantau situasi kapal tersebut dengan cermat. Moskow menyebut sejumlah warga negara Rusia diyakini berada di antara awak kapal dan meminta AS memastikan perlakuan yang layak.

"Rusia mendesak AS untuk menjamin perlakuan manusiawi dan bermartabat terhadap para pelaut serta memungkinkan mereka kembali ke rumah secepat mungkin," menurut pernyataan kementerian.

Kapal tanker Marinera sebelumnya menjadi perhatian AS pada akhir tahun lalu saat dilaporkan mencoba mendekati Venezuela. Ketika Penjaga Pantai AS berusaha menaiki kapal tersebut, awak kapal menolak, lalu berbalik arah ke Samudra Atlantik. Dalam proses pengejaran itu, kapal mengganti nama dan beralih ke bendera Rusia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya