Berita

Ilustrasi

Bisnis

Groundbreaking 2026: Danantara Matangkan Fondasi Kompleks Haji di Kawasan Thakher

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 08:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi melaporkan kemajuan signifikan dalam proyek prestisius Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi. 

Proyek ini menjadikan Kawasan Thakher sebagai fondasi utama yang kini tengah melaju ke tahap pengembangan lebih lanjut.

Kawasan tersebut mencakup Novotel Thakher Makkah yang kini telah beroperasi di atas lahan seluas 4,4 hektare. Berjarak sekitar 2 hingga 3 kilometer dari Masjidil Haram, area ini memiliki 1.461 kamar di tiga menara, serta 14 plot lahan yang disiapkan untuk pengembangan area komersial dan pusat ritel di masa depan.


Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pengembangan ini akan dilakukan secara masif dan bertahap. 

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ungkap Pandu dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Kamis 8 Januari 2026.

Visi Danantara tidak berhenti pada penyediaan akomodasi semata. Pandu menekankan bahwa Kawasan Thakher diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang benar-benar terintegrasi, mulai dari fasilitas ritel hingga dukungan logistik. 

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Bersamaan dengan akuisisi di Thakher, Danantara juga bergerak lincah memantau proses lelang yang diselenggarakan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). Sebagai otoritas yang memegang kendali atas tata kawasan dan kebijakan strategis di Makkah, RCMC menawarkan berbagai plot lahan dengan karakteristik lokasi yang beragam. Dalam hal ini, Danantara tetap konsisten menyelaraskan pengembangan Kompleks Haji dengan rencana induk Kota Makkah yang ditetapkan otoritas tersebut.

Proses yang diikuti mencakup tahapan penawaran hingga evaluasi teknis dan finansial yang ketat. Menurut Pandu, keterlibatan Danantara dalam lelang ini merupakan bagian dari eksplorasi jangka panjang yang dilakukan secara selektif. 

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” tuturnya.

Strategi pengembangan ini dijalankan melalui dua jalur paralel. Pertama, dengan memperkuat fondasi di Kawasan Thakher yang asetnya sudah tersedia dan siap dikembangkan. Kedua, melalui penjajakan aktif dalam lelang RCMC untuk membidik peluang di kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas ibadah. Pandu menyebutkan bahwa Thakher menjadi pijakan awal yang kokoh sementara pihaknya tetap mengincar lokasi yang lebih strategis di sekitar Masjidil Haram.

Melalui pendekatan yang hati-hati dan berbasis kajian mendalam, Danantara berupaya membuka ruang pengembangan yang berkelanjutan. Di Kawasan Thakher sendiri, investasi akan diguyur secara bertahap, termasuk alokasi belanja modal (capital expenditure) untuk pengembangan fisik. Berdasarkan proyeksi awal, tahap groundbreaking ditargetkan mulai pada tahun 2026, sementara operasional hotel tambahan diharapkan dapat berjalan pada 2029.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proyek ini benar-benar memberikan dampak positif yang panjang bagi Indonesia. “Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” pungkas Pandu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya