Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Turun Tajam Usai Aksi Ambil Untung

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mengalami penurunan lebih dari 1 persen karena banyak investor mulai menjual aset mereka untuk mencairkan keuntungan setelah harga sempat melonjak tinggi. 

Meski demikian, penurunan ini tertahan oleh buruknya data ketenagakerjaan di Amerika Serikat. Lemahnya kondisi ekonomi AS tersebut memicu harapan bahwa Bank Sentral (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga, yang biasanya membuat emas kembali dilirik oleh pasar.

Selain faktor ekonomi, ketidakpastian politik dunia - seperti konflik di Venezuela dan isu akuisisi Greenland - serta aksi borong emas oleh Bank Sentral China turut menjaga nilai emas agar tidak anjlok terlalu dalam. 


Emas spot turun 0,9 persen menjadi 4.445,32 Dolar AS per ons pada pedagangan Kamis 8 Januari 2026. Sepanjang sesi perdagangan, harga sempat jatuh hingga 1,7 persen ke posisi terendah 4.422,89 Dolar AS per ons.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup menyusut 0,7 persen menjadi 4.462,50 Dolar AS per ons.

Saat ini, para pelaku pasar sedang bersikap waspada sambil menunggu laporan ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang akan dirilis akhir pekan ini untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. 

Penurunan harga ini ternyata tidak hanya menimpa emas, tetapi juga merembet ke logam mulia lainnya seperti perak dan platinum yang harganya ikut merosot tajam.

Harga perak spot anjlok 4,1 persen ke 77,93 Dolar AS per ons.

HSBC menaikkan proyeksi harga perak tahun ini menjadi 68,25 Dolar AS per ons, namun memperingatkan potensi volatilitas seiring meredanya pasokan. Goldman Sachs juga menyoroti tipisnya persediaan perak di London yang dapat memicu fluktuasi tajam dan reli berbasis tekanan pasokan yang berpotensi berbalik arah.

Harga platinum spot ambles 6,5 persen ke 2.285,75 Dolar AS per ons, sementara paladium diperdagangkan turun 5,2 persen menjadi 1.727,40 Dolar AS per ons.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya