Berita

Ilustrasi SPPG. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Legislator PKS:

Layanan SPPG Harus Diperkuat Sebelum MBG Digelar Serentak 2026

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjelang pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dijadwalkan mulai berjalan serentak pada 8 Januari 2026.

Netty menyambut baik komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadikan peningkatan kualitas layanan SPPG sebagai fokus utama setelah pembangunan fondasi program dilakukan secara masif sepanjang 2025.

“Dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar, sekitar 55 juta anak dan kelompok sasaran lainnya, maka kesiapan layanan di tingkat SPPG menjadi kunci keberhasilan MBG. Program ini bukan hanya soal skala, tetapi juga soal mutu dan keamanan pangan,” ujar Netty kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.


Legislator daerah pemilihan Kab/Kota Cirebon dan Indramayu itu menilai capaian pembangunan lebih dari 19 ribu SPPG sepanjang 2025 merupakan kerja besar yang patut diapresiasi. 

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa fase implementasi nasional menuntut konsistensi standar layanan di seluruh daerah.

“Ketika program dijalankan serentak, yang paling penting adalah memastikan setiap SPPG benar-benar siap secara operasional -- mulai dari kebersihan dapur, kualitas menu, kesiapan SDM, hingga mekanisme distribusi yang aman dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, mengingat MBG merupakan program dengan anggaran besar dan dampak langsung terhadap kesehatan anak.

“Pengawasan yang kuat bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan tujuan program tercapai secara optimal. DPR, khususnya Komisi IX, siap menjalankan fungsi pengawalan agar pelaksanaan MBG berjalan akuntabel dan berkelanjutan,” bebernya.

Terkait pelaksanaan MBG di wilayah terdampak bencana yang dialihkan untuk pengungsi, Netty menilai hal tersebut menunjukkan fleksibilitas program dalam menjawab kebutuhan masyarakat di situasi darurat.

“Ini menunjukkan MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga memiliki peran sosial yang penting. Ke depan, pendekatan adaptif seperti ini perlu terus diperkuat dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah,” pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya