Berita

Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta, Astri Megatari. (Foto: Instagram Astri Megatari)

Politik

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

RABU, 07 JANUARI 2026 | 21:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi salah satu instrumen penting pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dikelola Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Redaksi RMOL kembali mengulas LHKPN penyelenggara negara, kali ini milik Astri Megatari.

Astri Megatari resmi menjabat sebagai Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta sejak dilantik pada 24 Mei 2023. Ia bergabung bersama enam komisioner lainnya, yakni Dody Wijaya, Fahmi Zikrillah, Irwan Supriadi Rambe, Muhammad Tarmizi, Nelvia Gustina, dan Wahyu Dinata.

Berdasarkan data LHKPN yang diumumkan KPK, total harta kekayaan Astri tercatat hampir menembus Rp8 miliar. Dalam laporan yang disampaikan pada 3 Februari 2025 untuk periode tahun 2024, Astri melaporkan total kekayaan sebesar Rp7.933.750.000 dengan status verifikasi administratif lengkap.


Mayoritas harta Astri yang sebelum menjabat komisioner KPU DKI pernah bekerja di bagian Pusat Penerangan Kemendagri berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp5.983.750.000. Aset tersebut meliputi tanah seluas 900 meter persegi dan 9.535 meter persegi di Kabupaten Buleleng, Bali, serta tanah dan bangunan di Kabupaten Bekasi seluas 126 meter persegi dengan bangunan 200 meter persegi yang seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri.

Selain aset properti, Astri juga melaporkan kepemilikan satu unit mobil Mitsubishi Pajero SUV tahun 2020 senilai Rp425.000.000. Ia turut mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp405.000.000, surat berharga senilai Rp1.380.000.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp200.000.000.

Di sisi kewajiban, Astri masih memiliki utang sebesar Rp460.000.000. Dengan demikian, total kekayaan bersih yang tercantum dalam LHKPN mencapai Rp7.933.750.000.

Dilihat dari tahunan, kekayaan Astri mengalami penambahan dibanding LHKPN tahun 2023 yang sebesar Rp6.933.750.000.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya