Berita

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Eddy Hartono saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu 7 Januari 2025. (Foto: Divhumas Polri)

Presisi

Densus 88 Bongkar 27 Grup Medsos Berisi Ideologi Ekstrem

RABU, 07 JANUARI 2026 | 17:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membongkar komunitas di media sosial yang menyebarkan paham ideologi kekerasan ekstrem, seperti Neo Nazy hingga White Supremacy melalui WA Grup True Crime Community (TCC), yang menyasar anak-anak.

"Anak-anak ini memang kalau enggak ditangani ya, jadi kalau dalam fase sebelum terorisme, itu akan masuk kepada ekstremisme, kemudian radikalisme, kemudian terorisme," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Eddy Hartono dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu 7 Januari 2025.

Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka menemukan 27 grup yang terafiliasi dengan grup TCC tersebut.


"Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh pendiri, organisasi, maupun institusi. Tetapi dia tumbuh secara sporadis seiring dengan perkembangan media digital yang merupakan pertemuan antara minat seseorang terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital yang transnasional," kata Mayndra.

Adapun nama-nama grup tersebut adalah TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2 dan TCC Community, TCC City Nueva Revolucion, [tccland], FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion hingga Have Sex With Your Gun.

Dari puluhan grup itu, Mayndra menyebut dalam periode Januari 2025-Januari 2026 sedikitnya ada 70 anak di Indonesia yang sudah menjadi member grup itu dan tersebar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Ada 70 anak di 19 provinsi (yang terindentifikasi sebagai member grup TCC). Di mana provinsi yang terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang, setelah itu menyebar di beberapa daerah," kata Mayndra.

Kini, sebanyak 67 anak telah menjalani asesmen, hingga konseling sebagai bentuk intervensi.

Salah satu alasan anak-anak bergabung adalah karena menjadi korban perundungan, ketidak harmonisan dalam keluarga, kurang perhatian dari orang tua, sampai ada yang terpapar video-video pornografi.

"Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, jadi di luar sekolah," ujar Mayndra.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya