Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (Foto: RMOL)

Politik

Mayoritas Kader Golkar Usulkan Pilkada Dipilih DPRD

RABU, 07 JANUARI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mayoritas kader Partai Golkar di daerah mengusulkan agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) dikembalikan melalui DPRD. Usulan tersebut mengemuka dalam Rapimnas I Partai Golkar yang digelar baru-baru ini. 

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, hampir seluruh DPD Partai Golkar tingkat provinsi dalam pandangan umumnya menyampaikan usulan agar Pilkada tidak lagi dilakukan secara langsung oleh rakyat.

“Walaupun ada yang menyampaikan dengan beberapa catatan,” kata Doli kepada wartawan, Rabu 7 Januari 2026.


Doli menjelaskan, sebelumnya DPP Partai Golkar telah membentuk Tim Kajian Politik yang bekerja selama kurang lebih 1,5 tahun untuk mengkaji sistem pemilu, kepartaian, hingga Pilkada. 

Tim tersebut menghasilkan tiga opsi rekomendasi terkait mekanisme Pilkada. Opsi pertama, Pilkada tetap dilaksanakan secara langsung untuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota seperti saat ini. 

Opsi kedua, Pilkada sepenuhnya dilaksanakan melalui DPRD untuk seluruh jenjang kepala daerah. Sementara opsi ketiga, Pilkada dilakukan melalui DPRD untuk pemilihan gubernur, namun bersifat asimetris atau hybrid untuk pemilihan bupati dan wali kota.

Menurut Doli, salah satu pertimbangan utama menguatnya usulan mengembalikan Pilkada ke DPRD adalah tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung.

“Bukan hanya biaya penyelenggaraannya saja, namun juga biaya politik “lainnya” yang juga jauh lebih tinggi,” kata Wakil Ketua Baleg DPR RI ini.

Meski begitu, kata Doli, opsi Pilkada langsung tetap dipertahankan dalam kajian dengan mempertimbangkan prinsip demokrasi, terutama pelibatan rakyat secara langsung, serta prinsip desentralisasi dan dekonsentrasi dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Dengan menguatnya aspirasi dari seluruh DPD Partai Golkar provinsi, Rapimnas I Golkar akhirnya merekomendasikan agar Pilkada dilaksanakan melalui DPRD untuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, dengan sejumlah catatan.

“Dan meminta kepada DPP PG untuk membahasnya bersama koalisi Partai Politik pendukung pemerintah untuk diperjuangkan dalam revisi UU Pemilu/Pilkada,” pungkas Doli.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya