Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Laju IHSG Sesi I Siang Ini Merayap Naik Menuju Rekor Baru

RABU, 07 JANUARI 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lantai bursa Indonesia menunjukkan gairah yang cukup positif pada perdagangan sesi pertama, Rabu siang 7 Januari 2026. 

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang cukup solid. Menutup sesi I siang ini, IHSG berhasil parkir di zona hijau, menguat 0,14 persen atau bertambah 12,64 poin ke level 8.946,25.

Sejak bel pembukaan berbunyi pada level 8.933 pagi tadi, pergerakan indeks terlihat cukup dinamis. Sempat muncul harapan besar saat IHSG melesat menyentuh angka 8.970, meski kemudian sedikit mendingin namun tetap terjaga stabil di atas batas bawah 8.925. 


Angka ini menunjukkan bahwa IHSG sedang berupaya keras membangun fondasi kuat sebelum benar-benar menembus "tembok" psikologis di level 9.000.

Kenaikan tipis indeks ini ternyata ditopang oleh performa gemilang dari sector bahan baku dan industri, yang masing-masing melonjak lebih dari 2,1 persen. Pergerakan ini memberikan keseimbangan di tengah lesunya sektor transportasi dan teknologi yang harus parkir di zona merah.

Kondisi pasar pun terlihat cukup kompetitif. Ada persaingan sengit antara 346 saham yang berhasil menghijau melawan 325 saham yang terpaksa memerah. 

Di tengah keramaian transaksi tersebut, nama-nama besar seperti saham tambang BUMI dan ANTM, serta perusahaan alat berat SUPA, menjadi pusat perhatian investor karena mencatatkan nilai transaksi paling jumbo.

Optimisme ini juga menular ke kelompok saham lainnya. Indeks saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menunjukkan performa yang lebih lincah dengan kenaikan 0,65 persen. Begitu pula dengan indeks saham paling likuid, LQ45, yang terkerek naik hampir setengah persen. 

Meski indeks MNC36 sedikit mengalami tekanan, secara keseluruhan pasar masih menunjukkan napas yang kuat.

Dengan posisi yang kini berada di angka 8.946, para pelaku pasar kini menanti dengan penuh harap, mampukah IHSG menutup hari ini dengan lonjakan yang lebih tinggi dan semakin mendekati angka keramat 9.000 pada sesi sore nanti?

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya