Berita

Ilustrasi teh celup (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Babak Baru SariWangi: Pamit dari Unilever, Kini Jadi Milik Grup Djarum

RABU, 07 JANUARI 2026 | 11:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Siapa yang tidak kenal dengan SariWangi? Teh celup pertama di Indonesia yang sudah menemani meja makan keluarga kita selama puluhan tahun ini baru saja memulai babak baru dalam sejarahnya. 

Per 6 Januari 2026, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) resmi mengumumkan bahwa mereka bukan lagi pemilik merek teh ikonik tersebut.

Unilever memutuskan untuk melepas bisnis tehnya ini kepada PT Savoria Kreasi Rasa, sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan Grup Djarum milik keluarga Hartono. 


Tidak tanggung-tanggung, nilai kesepakatannya mencapai Rp1,5 triliun! Rencananya, proses "pindah tangan" ini akan selesai sepenuhnya pada 2 Maret 2026 mendatang.

Manajemen Unilever menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha Unilever. Sebaliknya, penjualan bisnis teh itu dinilai memungkinkan Unilever untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Tanah Air dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek. 

“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Presiden Direktur Unilever Benjie Yap dalam keterbukaan informasi, Rabu 7 Januai 2026. 

Adapun nilai transaksi ini disebut mencerminkan 45 persen dari ekuitas Unilever berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. 

Lalu, mengapa merek sebesar SariWangi dijual? Benjie Yap, menjelaskan bahwa ini adalah langkah perusahaan untuk "bebenah diri". 

Unilever ingin lebih fokus mengembangkan produk-produk intinya yang punya potensi pertumbuhan lebih ngebut di masa depan. Ibaratnya, mereka ingin lebih efisien dan memberikan keuntungan yang lebih maksimal bagi para pemegang sahamnya.

Meskipun SariWangi selama ini menyumbang sekitar 3,1 persen dari laba bersih Unilever, manajemen menjamin bahwa perpisahan ini tidak akan mengganggu operasional harian perusahaan.

Di sisi lain, kehadiran SariWangi bakal semakin memperkuat keranjang belanja Grup Djarum. Sebelum ini, lewat Savoria, mereka sudah sukses mengelola merek permen Fox’s yang mereka beli dari Nestle. Mereka terbukti jago melakukan inovasi, mulai dari bikin teh rasa buah sampai puding instan.

Jadi, SariWangi tidak hilang, hanya saja sekarang ia punya "rumah baru". Di tangan Grup Djarum yang dikenal punya jaringan distribusi luar biasa kuat, SariWangi diharapkan bisa tumbuh lebih besar lagi dan tetap menjadi teman setia saat kita bersantai.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya