Berita

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Kemenkeu: Sinergi Manufaktur dan Surplus Dagang Jadi Modal Penting 2026

RABU, 07 JANUARI 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia berhasil menutup tahun 2025 dengan rapor ekonomi yang solid. Kombinasi manufaktur yang ekspansif, surplus perdagangan yang konsisten, dan inflasi yang terjaga menjadi fondasi utama menyongsong tahun 2026.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa resiliensi di akhir tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi berbagai sektor. 

"Perekonomian Indonesia di penutup tahun 2025 tetap resilien, didukung aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus. Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026," tuturnya, dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 7 Januari 2026.


Optimisme ini diperkuat oleh Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang bertahan di level ekspansif 51,2 pada Desember 2025. Performa ini sejalan dengan menguatnya permintaan domestik serta geliat manufaktur global di negara mitra seperti Amerika Serikat, India, dan Thailand. 

Dari sisi perdagangan, Indonesia membukukan surplus kumulatif sebesar 38,54 miliar Dolar AS hingga November 2025. 

Menariknya, pertumbuhan ekspor sebesar 5,61 persen didominasi oleh sektor industri pengolahan, yang menandakan keberhasilan peningkatan nilai tambah produk nasional.

Di sisi stabilitas harga, inflasi tahun 2025 terkendali pada angka 2,92 persen. Meski terdapat tekanan pada harga pangan akibat faktor cuaca yang mendorong inflasi volatile food ke level 6,21 persen, inflasi inti tetap stabil di angka 2,38 persen. 

Kondisi ini turut menjaga daya beli masyarakat, yang terlihat dari penguatan Indeks Keyakinan Konsumen ke level 124 serta pertumbuhan penjualan riil sebesar 5,94 persen.

Menatap tahun 2026, pemerintah berkomitmen melanjutkan agenda hilirisasi dan diversifikasi pasar ekspor guna mengantisipasi gejolak global. 

"Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal diarahkan mendukung program pembangunan nasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Febrio Kacaribu.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Polri Butuh Reformasi Kultural dan Tetap di Bawah Presiden

Kamis, 19 Februari 2026 | 01:30

Jokowi Dianggap Stres Akibat Gejala Post-Power Syndrome

Kamis, 19 Februari 2026 | 01:03

BPKH Limited Perkuat Fondasi Kedaulatan Ekonomi Haji

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:41

Inosentius Samsul Batal jadi Hakim MK Ternyata Ditugaskan ke Danantara

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:21

Polda Metro Tangkap Dua Pria Pembawa Ratusan Pil Ekstasi dari Lampung

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:03

Waketum PKB Tepis Klaim Jokowi soal Revisi UU KPK Inisiatif DPR

Rabu, 18 Februari 2026 | 23:40

BPKH Genjot Investasi Ekosistem Haji dan Siap jadi Pemain Global

Rabu, 18 Februari 2026 | 23:15

Santunan hingga Beasiswa Diberikan untuk Keluarga Prajurit yang Gugur

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:47

Penabrak Rumah Anak Jusuf Kalla Seorang Perempuan

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:40

Purbaya Curiga Isu Gratifikasi Pejabat Kemenkeu Diramaikan Pembenci

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:28

Selengkapnya