Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dolar AS Melaju di Tengah Redupnya Inflasi Eropa dan Spekulasi The Fed

RABU, 07 JANUARI 2026 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS kembali menunjukkan taringnya terhadap mata uang utama dunia. Pada perdagangan Selasa 6 Januari 2026, indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,19 persen menjadi 98,57.

Penguatan ini didorong oleh melemahnya mata uang Eropa setelah rilis data inflasi di Jerman dan Prancis melandai lebih dalam dari perkiraan.

Meskipun tensi geopolitik sempat meningkat akibat penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, pasar valuta asing tampaknya tidak terlalu terpengaruh. 


Keunggulan greenback terlihat jelas terhadap Franc Swiss yang menguat 0,49 persen ke 0,795, serta naik 0,14 persen versus Yen Jepang ke posisi 156,6. 

Sementara itu, Euro harus rela terkoreksi 0,26 persen ke level 1,169 Dolar AS, menghapus penguatan sebelumnya seiring dengan menyusutnya imbal hasil obligasi pemerintah Eropa. 

Pelemahan serupa dialami poundsterling yang turun 0,27 persen ke posisi 1,3504 Dolar AS.

Saat ini, fokus utama investor telah bergeser dari isu geopolitik ke indikator fundamental ekonomi Amerika Serikat. Pasar sedang menunggu kejelasan arah kebijakan moneter melalui serangkaian laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis pekan ini. Di internal Federal Reserve sendiri, perdebatan masih berlangsung antara sikap "terukur" dalam mengubah suku bunga hingga seruan untuk pemangkasan agresif guna menjaga momentum pertumbuhan.

Untuk sementara waktu, Dolar AS tetap stabil dalam posisinya sebagai aset pilihan utama, sementara pasar memperhitungkan peluang sebesar 82 persen bahwa bank sentral AS akan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari mendatang. 

Di tengah tren penguatan dolar ini, hanya Dolar Australia yang mampu tampil perkasa dengan mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir berkat sentimen positif di pasar saham global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya