Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Kian Berkilau di Tengah Prahara Geopolitik

RABU, 07 JANUARI 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai raja aset safe-haven. Pada perdagangan Selasa 6 Januari 2026 Waktu setempat,  harga logam mulia ini terus mendaki seiring memanasnya suhu politik global pasca-operasi militer Amerika Serikat yang berakhir dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Langkah drastis AS menangkap Maduro memicu kekhawatiran pelaku pasar akan stabilitas internasional. Emas spot pun merespons dengan kenaikan 0,8 persen ke level 4.485,39 Dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (4.549,71 Dolar AS) yang sempat tersentuh akhir tahun lalu. 

Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Februari juga menguat 1 persen ke posisi 4.496,10 Dolar AS.


Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyoroti perbedaan persepsi risiko di pasar saat ini:

"Trader logam mulia saat ini melihat risiko yang lebih besar dibandingkan investor di pasar saham dan obligasi. Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela memicu permintaan berkelanjutan terhadap emas dan perak sebagai aset aman."

Penahanan Maduro di New York atas tuduhan narkotika menjadi katalis utama sentimen risk-off, di mana investor berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko dan beralih ke emas, instrumen yang telah mencetak rekor kenaikan tahunan 64,4 persen sepanjang 2025, performa terbaiknya sejak 1979.

Di luar faktor geopolitik, pasar kini menahan napas menanti data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Data ini krusial sebagai kompas kebijakan suku bunga Federal Reserve. Saat ini, pasar memprediksi adanya dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Presiden Fed Richmond, Tom Barkin, memberikan catatan penting mengenai langkah tersebut:

“Perubahan suku bunga ke depan harus dilakukan secara 'sangat terukur' guna menyeimbangkan risiko meningkatnya pengangguran dan inflasi,” katanya.

Optimisme terhadap emas tetap tinggi. Morgan Stanley memproyeksikan harga emas bisa menembus 4.800 Dolar AS per ons pada kuartal IV-2026, didorong oleh potensi kepemimpinan baru di Fed dan aksi beli masif oleh bank sentral global.

Harga logam lainnya juga melambung. Perak spot naik 5,4 persen ke 80,68 Dolar AS per ons, setelah sebelumnya meroket 147 persen sepanjang 2025.

Platinum melejit tajam 7,2 persen ke posisi 2.435,20 Dolar AS. Paladium ikut menguat 5,9 persen menjadi 1.821,68 Dolar AS.

Kenaikan serempak ini mencerminkan kegelisahan pasar global yang mencari perlindungan di tengah dunia yang kian tidak menentu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya