Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat diculik pasukan Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL dari siaran India Today)

Dunia

Swiss Bekukan Aset Maduro dan Kroninya

RABU, 07 JANUARI 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Swiss membekukan aset-aset yang terkait dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan orang-orang dekatnya, menyusul penculikan dan penangkapan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat di Caracas.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan kebijakan ini berdampak pada 37 orang, meski pemerintah tidak mengungkapkan nilai aset yang dibekukan. Langkah tersebut berlaku efektif segera dan akan berlangsung selama empat tahun.

Menurut pernyataan pemerintah, pembekuan ini bertujuan mencegah keluarnya aset yang diduga diperoleh secara ilegal, dan menjadi tambahan atas sanksi terhadap Venezuela yang sudah diberlakukan sejak 2018.


“Dewan Federal ingin memastikan bahwa aset yang mungkin diperoleh secara ilegal tidak dapat dipindahkan keluar dari Swiss dalam situasi saat ini,” demikian pernyataan resmi pemerintah Swiss, dikutip dari Reuters, Rabu 7 Januari 2026.

Swiss menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menyasar anggota pemerintahan Venezuela yang saat ini menjabat. Jika ditemukan aset yang terbukti diperoleh secara tidak sah, Swiss menyatakan siap mengembalikan dana tersebut untuk kepentingan rakyat Venezuela.

Pemerintah Swiss juga menilai situasi di Venezuela masih sangat tidak stabil, dengan berbagai kemungkinan perkembangan dalam beberapa hari dan pekan ke depan. Karena itu, Swiss menyerukan de-eskalasi dan penahanan diri, sekaligus menawarkan peran diplomatiknya untuk membantu mencari solusi damai.

Langkah pembekuan aset ini disebut sebagai tindakan pencegahan, dan diterapkan terhadap Maduro serta para sekutunya sebagai tokoh politik asing berisiko tinggi (foreign politically exposed persons).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya