Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Bisnis

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

RABU, 07 JANUARI 2026 | 03:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia melakukan survei terhadap 146 responden pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 19 provinsi. 

Hasil survei itu menunjukkan implementasi KDKMP masih didominasi pendekatan administratif dan kepatuhan fiskal. 

Human Rights Manager DFW Indonesia, Luthfian Haekal menilai bahwa peluang potensi pengembangan ekonomi desa, termasuk pesisir justru berhadapan dengan kelemahan struktural mulai dari ketiadaan jejaring pasar hingga kapasitas pengurus yang timpang. 


“Ke depannya, KDKMP diharapkan tidak berfungsi (hanya) sebagai instrumen kepatuhan kebijakan atau compliance-based cooperatives. Sebagai kepatuhan kebijakan, kami menemukan planning fallacy di tingkat institusional; rencana usaha sudah disusun, tetapi tidak ditopang oleh ekosistem pasar.,” kata Haekal dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 6 Januari 2026.

Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan penegasan arah kebijakan yang awalnya sekadar kepatuhan untuk mengamankan fiskal menuju penguatan kelembagaan.

“DFW Indonesia melihat pendampingan harus berkelanjutan, tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, tetapi disertai peningkatan literasi dan perencanaan kelembagaan yang lebih matang,” pungkas Haekal.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya