Berita

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen. (Foto: Ritzau Scanpix)

Dunia

Trump Ancam Caplok Greenland, PM Denmark: Tak Masuk Akal

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara terbuka meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan pernyataan dan ancaman terkait wacana pengambilalihan Greenland.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak hanya keliru secara hukum, tetapi juga mencederai hubungan antarsekutu.

"Sama sekali tidak masuk akal membicarakan kebutuhan AS untuk mengambil alih Greenland," ujar Frederiksen, seperti dikutip dari BBC, Selasa 6 Januari 2026. 


"AS tidak memiliki hak untuk mencaplok salah satu dari tiga entitas dalam Kerajaan Denmark." lanjutnya.

Ketegangan ini berawal dari unggahan Katie Miller, istri ajudan Trump Stephen Miller, yang memposting peta Greenland berwarna bendera Amerika Serikat dengan tulisan “SOON”.

Unggahan itu kembali memantik polemik lama, mengingat Trump berulang kali menyampaikan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali AS, termasuk dengan menolak menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer demi alasan keamanan nasional.

Dalam pernyataan resmi di situs pemerintah Denmark, Frederiksen menyebut dirinya telah berbicara kepada AS dan menekankan bahwa Denmark merupakan anggota NATO yang dijamin aliansi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Denmark dan AS sudah memiliki perjanjian pertahanan yang memberi Washington akses strategis ke Greenland.

"Untuk itu, saya dengan tegas mendesak AS menghentikan ancaman terhadap sekutu yang secara historis sangat dekat, serta terhadap negara dan rakyat lain yang dengan sangat jelas telah menyatakan bahwa mereka tidak untuk dijual." tegas Frederiksen.

Pemerintah Denmark menilai langkah Trump menunjuk utusan khusus untuk Greenland sebagai tindakan provokatif yang memperburuk situasi. 

Sebelumnya, Duta Besar Denmark untuk AS juga telah menanggapi unggahan Katie Miller dengan menegaskan bahwa kedua negara adalah sekutu dan berharap Washington menghormati keutuhan wilayah Denmark.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya