Berita

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo, Mesir, 5 Januari 2026. (Foto: AFP)

Global

Mesir Ambil Posisi di Tengah Konflik Yaman

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Mesir menegaskan keselarasan sikap dengan Arab Saudi dalam menyikapi konflik berkepanjangan di Yaman.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi usai pembicaraan di Kairo pada Senin, 5 Januari 2026 bersama Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan posisi yang identik terkait sejumlah isu kebijakan luar negeri, termasuk Yaman, Sudan, Jalur Gaza, dan Somaliland. Mereka juga sepakat untuk mencapai solusi damai bagi krisis di kawasan tersebut.


Sisi dan Pangeran Faisal juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara. 

"Solusi harus melestarikan persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial negara-negara," demikian keterangan resmi Pemerintah Mesir, dikutip Selasa, 6 Januari 2026.

Sikap ini muncul di tengah memburuknya hubungan Arab Saudi dan UEA, terutama terkait perbedaan dukungan terhadap kelompok separatis di Yaman, Sudan, dan Somaliland.

Di Yaman, ketegangan kian meningkat setelah bentrokan antara pasukan yang didukung Arab Saudi dan kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), yang selama ini mendapat dukungan UEA. 

Media pemerintah Yaman melaporkan, serangan yang dipimpin pejuang suku pro-Riyadh memaksa STC mundur dari kota Mukalla di provinsi Hadhramaut, Yaman timur. 

Serangan udara Saudi juga dilaporkan menghantam posisi STC, termasuk di sekitar bandara dan pangkalan militer Seiyun.

Di tengah eskalasi tersebut, Sisi menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Riyadh untuk membuka jalur dialog. Ia mengatakan menyambut baik usulan Arab Saudi untuk menggelar konferensi inklusif bagi kelompok-kelompok Yaman selatan.

Senada, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyerukan de-eskalasi dan menegaskan pentingnya penyelesaian politik yang dipimpin langsung oleh pihak-pihak Yaman.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya