Berita

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto (Dokumen PKS)

Bisnis

PKS: Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Invasi AS ke Venezuela pada Harga Minyak

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari invasi Amerika Serikat ke Venezuela. Meski saat ini harga minyak masih relatif stabil, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS, Mulyanto, menekankan perlunya pemerintah segera menyiapkan rencana aksi (action plan) serta rencana cadangan (back-up plan) untuk menghadapi kemungkinan fluktuasi harga.

Mulyanto memperkirakan iklim politik dan ekonomi global akan bergerak dinamis, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakstabilan.  

“Pemerintah perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.


Menurut anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini, pasar saat ini menunjukkan respons yang relatif tenang dan rasional. Harga minyak global masih bertahan di kisaran 55-65 Dolar AS per barel, mencerminkan penilaian pasar bahwa eskalasi politik tersebut belum menimbulkan gangguan nyata terhadap pasokan fisik minyak dunia.

Meski demikian, Mulyanto mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan stabilitas harga saat ini, yang sewaktu-waktu bisa berubah drastis. 

“Faktor utama yang membentuk harga minyak saat ini bukanlah konflik geopolitik semata, melainkan perlambatan permintaan global. Ekonomi dunia belum pulih sepenuhnya, pertumbuhan Tiongkok masih terbatas, Eropa stagnan, dan Amerika Serikat sendiri menjaga agar inflasi tidak kembali meningkat,” jelasnya.

Dia menambahkan, OPEC+ juga belum mengambil langkah pemangkasan produksi secara agresif, sehingga suplai global relatif terjaga. Tanpa gangguan besar atau keputusan produksi drastis, harga minyak diperkirakan tidak akan melonjak. 

“Dalam konteks tersebut, skenario harga minyak moderat sekitar 60 Dolar AS per barel adalah yang paling realistis untuk beberapa waktu ke depan,” kata Mulyanto.

Mulyanto menekankan bahwa meski Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksinya tidak seberapa besar, bahkan jauh di bawah produksi Malaysia. Dengan demikian, serangan yang terjadi beberapa waktu lalu belum memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dunia.

Bagi Indonesia, kondisi harga minyak yang relatif rendah justru memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi. Tekanan terhadap subsidi dan kompensasi energi lebih terkendali, inflasi dapat dijaga, dan daya beli masyarakat tidak terganggu oleh lonjakan harga energi. 

“Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menuntut pemerintah untuk terus menyiapkan buffer kebijakan, baik fiskal maupun moneter, agar tidak reaktif menghadapi fluktuasi jangka pendek,” ujarnya.

Terkait serangan AS ke Venezuela, Mulyanto menegaskan pemerintah harus menolak segala bentuk intervensi sepihak yang melanggar kedaulatan negara. Menurutnya, semua negara berdaulat harus mengupayakan penyelesaian krisis melalui mekanisme hukum internasional dan multilateralisme. “Sembari mendorong transisi damai,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya