Berita

Pertemuan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Politik

Tuduhan SBY di Balik Isu Ijazah Jokowi Tak Bermartabat

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Demokrat melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial yang memunculkan narasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di belakang isu ijazah palsu Jokowi.

Menanggapi hal ini, Pengamat politik dari Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta menilai langkah yang diambil Demokrat sangat wajar. Tuduhan SBY sebagai dalang isu ijazah Jokowi dinilai berlebihan. 

"Ini bukan tuduhan yang bisa dinikmati seperti isu ijazah yang tampak dinikmati oleh Pak Jokowi, yang justru isu tersebut membuat simpati publik di akar rumput meningkat kepada Jokowi," jelasnya kepada RMOL, Rabu, 6 Januari 2026.


Menurutnya, tuduhan menjadi dalang isu ijazah Jokowi sangat tidak bermartabat jika dilekatkan pada figur seperti SBY. Tuduhan tersebut juga mengganggu citra keluarga besar SBY. 

"Secara politik, narasi ini justru berpotensi menggerus simpati publik terhadap Demokrat dan AHY. Padahal AHY masih memiliki perjalanan politik yang panjang ke depan. Jika dibiarkan, isu seperti ini bisa menjadi beban elektoral jangka panjang," jelasnya.

Demokrat diketahui tidak menyertakan sejumlah pasal dalam surat somasi kepada akun TikTok tersebut, di antaranya Pasal 14 ayat (1), Pasal 14 ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Demokrat juga menyertakan pasal ITE dalam somasi tersebut. Demokrat menyebut pemilik akun TikTok itu menyesatkan pandangan publik.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya