Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham-saham Ini Kena Radar UMA

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menempatkan tiga saham di bawah pengawasan ketat setelah terdeteksi adanya pola pergerakan harga yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA). 

Ketiga saham yang masuk dalam radar pantauan bursa tersebut adalah PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASJT), PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA), dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP).

Langkah ini diambil oleh otoritas bursa sebagai upaya untuk melindungi kepentingan investor, khususnya para pemegang saham dari ketiga emiten tersebut. Meski begitu, manajemen BEI memberikan klarifikasi bahwa pengumuman status UMA ini tidak serta-merta menjadi bukti adanya pelanggaran terhadap aturan perundang-undangan di sektor pasar modal.


Terkait emiten asuransi ASJT, informasi publik terakhir yang tersedia adalah mengenai ringkasan risalah rapat umum para pemegang saham luar biasa yang diterbitkan pada 29 Desember 2025. Namun, lonjakan harga yang terjadi belakangan ini telah menarik perhatian khusus dari pihak bursa. 

Berdasarkan data pasar, saham ASJT melonjak hingga 34,39 persen ke level Rp254 pada perdagangan terakhir. Jika dilihat secara lebih luas, saham ini telah meroket 73,97 persen dalam satu bulan dan mencatatkan pertumbuhan 37,30 persen sepanjang tahun berjalan (year to date).

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ASJT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas manajemen BEI melalui keterangan resminya, dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 6 Januari 2026.

Nasib serupa dialami oleh emiten perbankan BNBA. BEI memberikan perhatian khusus lantaran adanya volatilitas transaksi yang dianggap di luar kewajaran, meskipun perusahaan telah memberikan penjelasan atas permintaan bursa pada 23 Desember 2025. Pada perdagangan terakhir, saham BNBA tercatat naik 24,68 persen ke posisi Rp985. Secara akumulatif, saham ini sudah menguat 52,71 persen dalam sebulan terakhir dan naik 39,72 persen secara year to date.

Sementara itu, saham AHAP juga tidak luput dari pantauan tajam BEI akibat aktivitas transaksi yang tidak biasa. Padahal, emiten ini baru saja mempublikasikan laporan hasil public expose tahunan pada 23 Desember 2025. 

Pergerakan harga AHAP terpantau sangat agresif dengan kenaikan 34,96 persen ke harga Rp166 pada perdagangan kemarin. Dalam periode bulanan, saham ini sudah melonjak 72,92 persen dan mencatat kenaikan 41,88 persen sejak awal tahun.

Menanggapi situasi ini, otoritas bursa mengimbau para investor untuk lebih berhati-hati sebelum memutuskan langkah investasi. Investor diharapkan aktif memantau jawaban emiten atas konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, serta mempertimbangkan matang-matang setiap rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS guna mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya