Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketegangan AS-Venezuela

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal optimistis terkait kondisi ekonomi nasional di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Menurutnya, gejolak tersebut sejauh ini belum memberikan guncangan berarti bagi pasar keuangan Indonesia.


Respon Pasar Saham yang Unik


Menariknya, Purbaya menyoroti bahwa pasar modal Indonesia justru memberikan reaksi yang di luar dugaan. Alih-alih terkoreksi, sentimen pasar justru terlihat menguat.

Menariknya, Purbaya menyoroti bahwa pasar modal Indonesia justru memberikan reaksi yang di luar dugaan. Alih-alih terkoreksi, sentimen pasar justru terlihat menguat.

“Kalau saya lihat sih agak jauh. Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik, jadi mereka melihat justru sedikit positif. Agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar,” ujar Purbaya sebelum menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin 5 Januari 2026.

Secara makro, ia menilai dampaknya relatif terbatas karena peran Venezuela dalam pasar minyak global tidak lagi sedominan dahulu akibat kapasitas produksi yang menyusut. Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah diharapkan tetap berada di jalur yang stabil. “Harusnya positif,” tambahnya singkat.


Harga Minyak Impor Masih Stabil

Senada dengan Menkeu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa harga minyak impor Indonesia belum terganggu. Hingga awal Januari ini, harga minyak dunia masih tertahan di level yang cukup rendah.

"Harga minyak kita monitor, kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," jelas Airlangga. Ia mencatat harga minyak dunia saat ini berkisar di angka 63 dolar AS per barel.

Meskipun blokade militer AS terhadap ekspor Venezuela dilaporkan mulai melumpuhkan lalu lintas kapal tanker?"seperti dilaporkan Reuters?"Airlangga menegaskan pemerintah tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga di masa depan dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang matang.


Nasib Aset Pertamina di Tengah Konflik

Di sisi korporasi, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan bahwa aset mereka di Venezuela tetap dalam kondisi aman. Melalui kepemilikan 71,09 persen saham di Maurel & Prom (M&P), Pertamina terus memantau situasi lapangan pasca intervensi militer AS.

Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menegaskan dalam keterangan resminya: “Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela.”

Sebagai bentuk kehati-hatian, PIEP secara intensif terus melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk menjamin keselamatan personel dan keamanan operasional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya