Berita

Suasana di luar persidangan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL siaran Sky News)

Dunia

Istri Nicolas Maduro Cedera Serius Saat Penangkapan, Sidang Ditunda

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Cedera yang dialami Cilia Flores, istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menjadi perhatian utama setelah pasangan itu menjalani sidang perdana di pengadilan federal Amerika Serikat pada Senin, 5 Januari 2026 waktu setempat. 

Kondisi Flores disebut cukup serius hingga memengaruhi jalannya persidangan.

Pengacara Maduro menyatakan bahwa Flores mengalami “cedera signifikan” saat ditangkap dalam operasi militer AS di Venezuela. Ia diduga mengalami patah tulang atau memar berat di bagian tulang rusuk, akibat perlakuan saat penangkapan tengah malam di kediaman mereka.


Karena kondisi tersebut, pengacara meminta perhatian khusus dari pengadilan. Hakim kemudian memerintahkan jaksa penuntut untuk memastikan Flores mendapatkan perawatan medis yang layak selama berada dalam tahanan. Sidang pun diakhiri lebih cepat setelah pengacara menyampaikan bahwa Flores memiliki masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.

Dalam sidang itu, Flores sempat memperkenalkan dirinya sebagai Ibu Negara Republik Venezuela dan menyatakan pembelaannya melalui penerjemah. “Tidak bersalah. Sama sekali tidak bersalah," ujarnya dikutip dari Associated Press, Selasa 6 Januari 2026.

Pasangan Maduro-Flores dibawa ke pengadilan Manhattan dengan pengawalan ketat dari penjara Brooklyn. Sementara Maduro terlihat berjalan pincang, kondisi Flores dinilai lebih mengkhawatirkan sehingga menjadi fokus utama pembelaan hukum timnya.

Tim pengacara juga menyinggung legalitas penangkapan militer yang mereka sebut sebagai “penculikan”, dengan menekankan bahwa cedera Flores mencerminkan cara penangkapan yang bermasalah dan akan menjadi bagian penting dalam gugatan hukum ke depan.

Sidang lanjutan Maduro dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret mendatang, dan diperkirakan akan memicu pertarungan hukum panjang terkait kewenangan AS mengadili mantan pemimpin negara asing.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya