Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Publika

Membaca Agenda Sampingan Trump

Di Balik Invasi Venezuela
SELASA, 06 JANUARI 2026 | 04:35 WIB

WAKIL Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah dikukuhkan sebagai penjabat presiden oleh Mahkamah Agung. Atas dasar ketentuan bahwa Nicolas Maduro saat ini berhalangan sementara. Sehingga secara de jure masih presiden.

Berarti konstelasi politik Venezuela tidak mengalami kevakuman politik karena pemerintahan berada dalam arah kepemimpinan penjabat presiden Rodriguez. Apakah Rodriguez yang saat ini berusia 56 tahun ini akan begitu saja patuh pada tekanan Amerika?

Rodriguez lulusan Prancis dan Inggris ini, secara ideologis dan garis politiknya sebenarnya bukan pada Maduro. Tapi pada pendahulunya, Hugo Chavez, yang terpilih sebagai presiden pada 1998 melalui pilpres langsung dengan memenangi 59 persen suara.


Dan Rodriguez, kalau mencermati kiprahnya sejak bergabung dalam lingkar inti Chavez, malah kasta politiknya lebih tinggi dibanding Maduro yang cuma tipikal staf yang patuh apa titah El Comandante Chavez.

Rodriguez yang sebelum terjun ke politik adalah seorang pengacara, sejatinya punya bakat lumayan komplit. Pemikir, pelobi dan organisator berpadu jadi satu. Maka tak heran jika sejak era Chavez dan Maduro, Rodrguez dipercaya mengemban jabatan strategis di kabinet. Menteri Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan semasa jadi wakil presiden sekaligus merangkap Menteri Perminyakan sampai sekarang.

Satu lagi kebolehan Rodriguez dalam situasi genting Sabtu lalu, melobi militer untuk tetap dalam koridor konstitusi. Dan tidak mengail di air keruh untuk melakukan kudeta seperti Jenderal Pinochet di Chile pada 1973, Jendral Gaulart di Brazil 1964 atau Kolonel Castilo Armas di Guatemala 1954. Mungkin ini juga yang kemudian dalam pidato perdananya sebagai PJS Presiden, Rodriguez cukup pede menuding Trump mencoba mendorong kudeta atau Regime Change.

Selain itu, oleh sebab Rodriguez sejak awal berada dalam lingkaran Bolivarian Chavez atau kerap disebut Ring Emas Istana, pengganti Maduro ini jelas sosialisme sayap kiri merupakan haluan politiknya. Jadi dia termasuk Chavezimo atau Chavezta.

Skenario penangkapan Maduro yang tidak mengarah pada cipta kondisi kudeta ini memang aneh dan mengundang spekulasi. Spekulasi pertama, ini memang sengaja diplot seperti ini supaya timbul kesan kalau ini bukan kudeta. Kalau memang seperti itu, Rodriguez merupakan orang pertama yang patut dicurigai sebagai agen tanam Amerika di dalam tubuh pemerintahan Maduro.

Namun teori ini punya titik lemah dan meragukan independensi Rodriguez, sehingga terkesan ia bekerja untuk Amerika alih alih Chavez. Padahal rekam jejak kiprah Rodriguez memperlihatkan loyalitas dan garis ideologisnya justru kepada Chavez. Bahkan saat Maduro jadi presiden, motor penggerak pemerintahan agar Chavezimo tetap berlanjut bergantung pada Rodriguez. Jadi, kecuali kalau ia memang agen ganda yang lihai, teori ini rada tak masuk akal.

Teori kedua, saya termasuk yang menganggap ini masuk akal. Rodriguez dan Maduro belakangan memang sudah bersimpang jalan. Penyebabnya bukan friksi pribadi tapi ideologis. Kecenderungan Wapres yang lebih ideologis dalam mengusung sosialisme Bolivarian mendiang Chavez, nampaknya berbenturan dengan oportunisme Maduro. Hal ini makin diperkuat dengan fakta bahwa Maduro bisa mendaki kekuasaan karena kedekatan pribadi dengan Chavez adapun Rodrguez dengan Chavez karena kesamaan ideologis. Lebih ke Mahzab bukan Nasab kayak Maduro.

Teori konflik Maduro-Rodriguez ini makin masuk akal ketika harian Kompas mengangkat tulisan yang menceritakan bahwa.sebelum ditangkap Maduro sempat bilang ke Trump bahwa Amerika silahkan investasi minyak di Venezuela, kapanpun, dimanapun dan terserah apapun maunya Amerika saja. Dan minta perlindungan di amerika dan agar Amerika melindungi kekayaannya yang saat ini sebesar 3 Triliun rupiah.

Fakta yang diketengahkan Kompas, pasti datanya bukan abal-abal. Malah kalau saya cermati tulisan Kompas ini, jangan jangan justru Maduro lah yang selama ini diam diam kongkalingkong dengan Amerika. Kalau saya cermati dua permintaan Maduro agar dilindungi diri dan keluarganya berikut kekayaannya, kedengarannya kok kayak agen yang sudah kebuka penyamarannya. Sehingga minta ditarik kembali ke markas.

Mana dari dua teori ini yang benar, kita lihat arah kebijakan strategis Presiden ad interim Rodriguez. Maka itu jangan fokus semata pada soal minyak. Karena bisa jadi ada agenda sampingan yang justru ini malah prioritas Trump untuk saat ini. Sebab rada aneh juga Trump terang terangan bilang mau ngincar minyak Venezuela. Belum pernah ada pemimpin dunia mengutarakan niatnya untuk menguasai minyak meskipun nyatanya memang benar.

Hendrajit

Pengkaji geopolitik

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya