Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memamerkan topi bertuliskan 8%. (Foto: Instagram @menkeuri)

Politik

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Purbaya Terancam Meleset

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 19:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah lembaga keuangan internasional dan dalam negeri memprediksi target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang dipatok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tahun ini meleset.

International Monetery Fund (IMF), Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB) hingga lembaga riset dalam negeri memproyeksikan pertumbuhan Indonesia berada di bawah 6 persen, bahkan berpotensi di bawah 5 persen.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga ikut memasang rentang di 4,8–5,7 persen, yang berarti peluang pertumbuhan di bawah 5 persen masih terbuka lebar.


Merespons kondisi terebut, jurnalis senior Hersubeno Arief mengatakan bahwa pondasi ekonomi Indonesia masih belum kuat untuk tumbuh di atas 6 persen.

"Keraguan itu datangnya dari konsensus yang sangat luas, internasional bahkan juga domestik yang menilai pondasi ekonomi Indonesia itu belum cukup kuat kalau untuk melakukan akselerasi sampai ke angka 6 persen," kata Hersubeno dalam YouTube Hersubeno Point pada Senin, 5 Januari 2026.

Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam membeli barang masih rendah sehingga belum bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi meski Purbaya telah menggelontorkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) lebih dari Rp200 triliun ke perbankan. 

"Walaupun Purbaya pada waktu itu buat gebrakan dengan menggelontorkan Rp200 triliun dana dari pemerintah ke perbankan. Persoalannya kan bukan soal suplainya dalam hal ini demand-nya ya. Mau ada Rp200 triliun disebar ke bank-bank Himbara, tapi kalau kemudian pasar sepi, orang juga enggak akan berani mengambil utang gitu," kata Hersubeno.

Kondisi ini, kata Hersubeno, malah akan memicu potensi kredit macet yang tinggi atau angka Non Performing Loan (NPL) yang makin besar.

Adapun dalam hal ini IMF memprediksi ekonomi RI di kisaran 5,1 tahun ini, sementara Bank Dunia di kisaran 4,8 - 5 persen, dan ADB di 5 persen. Sementara LPEM UI di angka 4,9 - 5 persen dan INDEF memperkirakan sekitar 5 persen.

"Dengan kata lain, tidak ada satu pun lembaga internasional dan domestik yang menempatkan Indonesia mendekati angka 6 persen," kata Hersubeno.

"Indonesia memang tidak sedang berpotensi menuju krisis, tetapi belum juga menemukan mesin baru untuk tumbuh jauh lebih cepat. Tetapi faktor global yang sekarang berubah sangat cepat, tentu saja ini juga akan mempengaruhi," sambungnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya