Berita

Saksi Beni Saputra. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Beni Saputra Bungkam soal Peran Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 18:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Beni Saputra bungkam soal status makelar kasus (markus) hingga menjadi perantara pemberian uang ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi.

Pantauan RMOL, Beni Saputra yang dikenal sebagai markus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupeten Bekasi ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama delapan jam, sejak pukul 09.35 WIB hingga pukul 17.36 WIB di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin 5 Januari 2026.

Awalnya Beni keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada pukul 17.22 WIB. Namun dia mengaku hendak melakukan ibadah salat Ashar.


Beberapa menit kemudian pada pukul 17.36 WIB, Beni keluar dari ruang Dumas dan bergegas meninggalkan area Gedung Merah Putih KPK.

Saat menuju kendaraan taksi, Beni menolak mengeluarkan pernyataan apa pun saat ditanya soal dirinya yang mengurus perkara di Kejari Kabupaten Bekasi, hingga soal menjadi perantara pemberian uang dari tersangka HM Kunang kepada Kajari Kabupaten Bekasi saat itu, Eddy Sumarman.

Sebelumnya, Beni mangkir dari panggilan tim penyidik saat diagendakan pemeriksaan pada Senin 29 Desember 2025.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, pada pemeriksaan kali ini, Beni Saputra didalami soal kedekatannya dengan Eddy Sumarman.

Beni Saputra yang diketahui menjabat Ketua Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (Podsi) Kabupaten Bekasi ini juga sempat diamankan KPK dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT).

Haji Kunang diduga sudah menyerahkan uang sebesar Rp300 juta kepada Kajari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman melalui Beni. Sedangkan Bupati Ade juga diduga sudah menyerahkan secara langsung uang sebesar Rp100 juta kepada Eddy Sumarman.

Pemberian itu diduga berkaitan dengan adanya laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang masuk ke Kejari Kabupaten Bekasi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya