Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Merdeka (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Purbaya Kritik Penangkapan Maduro, Soroti Lemahnya Pengawasan PBB

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 16:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Keuangan Purbaya mengkritik penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat sebagai kondisi hukum internasional yang semakin tidak lazim. 

Ia mengaku heran melihat negara berdaulat kini dapat diserang oleh negara lain tanpa pengawasan yang efektif dari PBB.

Menurutnya, kasus Maduro menjadi cerminan melemahnya peran PBB dalam menjaga tatanan hukum internasional saat ini


“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat, negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa get away dari pengawasan PBB. Jadi PBB nya amat lemah sekarang,” ujar Purbaya saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Terkait dampak langsung terhadap Indonesia, Purbaya menilai pengaruhnya relatif jauh. Ia bahkan menilai pasar keuangan global merespons peristiwa tersebut secara cukup positif. 

“Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik. Jadi mereka melihat justru sedikit positif. Agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar,” tuturnya.

Penangkapan Maduro terjadi pada 3 Januari 2026 melalui operasi militer besar-besaran yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat di Caracas, ibu kota Venezuela. 

Dalam serangan itu, pasukan elite AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian menerbangkan keduanya ke New York untuk menghadapi proses hukum atas dakwaan termasuk narco-terrorism dan perdagangan narkoba di pengadilan federal AS.

Operasi yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump itu memicu kecaman dari beberapa negara dan pakar hukum internasional. 

Keabsahan penggunaan kekuatan militer oleh Amerika tanpa persetujuan PBB atau permintaan resmi dari pemerintah Venezuela dinilai bertentangan dengan piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan militer dalam hubungan antarnegara tanpa otorisasi Dewan Keamanan atau situasi pertahanan diri yang jelas.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya