Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

RI Alami Inflasi 2,92 Persen pada Desember 2025, Ini Biang Keroknya

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan atau (yoy) pada Desember 2025.

“Secara year on year, pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 2,92 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers BPS, Senin 5 Januari 2026.

Sementara itu secara bulanan atau month to month (mtm) inflasi tercatat sebesar 0,64 persen, dan secara tahun kalender atau year to date (ytd), inflasi tercatat sama dengan inflasi tahunan 2,92 persen.


Pudji menjelaskan, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi mencapai 1,66 persen. Kelompok ini menyumbang andil inflasi sebesar 0,48 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,17 persen,” jelas Pudji.

“Kemudian daging ayam ras dengan andil inflasi 0,09 persen. Berikutnya adalah bawang merah dengan andil inflasi 0,07 persen, dan ikan segar dengan andil inflasi 0,04 persen, serta telur ayam ras dengan inflasi 0,03 persen,” sambungnya.

Secara regional, inflasi bulanan terjadi di seluruh 38 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan inflasi tertinggi tercatat di Aceh sebesar 3,06 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Maluku Utara sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, inflasi tahunan pada Desember 2025 juga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi sebesar 4,58 persen dengan andil 1,33 persen.

“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, beras, dan daging ayam ras. Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan adalah emas perhiasan,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya