Berita

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Johanis Tanak:

KPK Perlu Penyesuaian KUHAP dan KUHP Baru Agar Tak Pengaruhi Kinerja

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemberlakuan UU KUHAP dan UU KUHP baru membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan penyesuaian internal agar kinerja lembaga antirasuah tidak terganggu.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak mengatakan, dalam hukum tidak dikenal istilah siap atau tidak siap ketika sebuah UU telah disahkan dan dinyatakan berlaku.

"KPK akan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan UU tersebut dan tentunya perlu penyesuaian agar tidak memengaruhi kinerja KPK,” kata Tanak kepada RMOL, Senin, 5 Januari 2026.


Menurut Tanak, berlakunya UU KUHP dan UU KUHAP yang baru membawa perubahan mendasar dalam sistem hukum pidana dan hukum acara pidana nasional yang berdampak langsung pada mekanisme kerja aparat penegak hukum, termasuk KPK.

Tanak memastikan, penyesuaian standar operasional prosedur dilakukan agar setiap langkah penindakan KPK tetap sah secara hukum, sekaligus menjaga efektivitas dan kinerja lembaga antirasuah di tengah perubahan rezim hukum pidana nasional.

"SOP KPK menyesuaikan dengan UU tersebut," pungkas Tanak.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya