Berita

Ledakan pipa gas di Inhil, Riau. (Foto: tangkapan layar video beredar)

Politik

Yulian Gunhar:

Ledakan Pipa Gas di Inhil Sinyal Perlawanan Mafia Migas

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menyoroti serius insiden ledakan dan kebakaran hebat pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Peristiwa terjadi Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 16.35 WIB memicu kobaran api setinggi kurang lebih 15 meter dan dinilai sebagai kejadian langka serta tidak biasa.

Menurut Gunhar, insiden tersebut tidak bisa dilepaskan dari komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengembalikan kedaulatan energi ke tangan negara agar dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.


“Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan kedaulatan energi harus kembali ke tangan negara, bukan dikuasai mafia migas. Setiap gangguan terhadap infrastruktur energi strategis patut dicurigai sebagai perlawanan terhadap kebijakan negara,” kata Gunhar dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.

Gunhar menilai, ledakan pipa gas tersebut berpotensi menjadi pesan perlawanan dari mafia migas yang terdesak oleh langkah tegas pemerintah. Ia menegaskan, ketika ruang gerak sabotase terhadap kilang makin sempit, sasaran bisa bergeser ke jaringan pipa gas.

“Kalau ini benar ulah mafia migas, berarti mereka sedang terdesak. Ini pesan terhadap negara. Pemerintah tidak boleh kalah,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Gunhar juga mengingatkan agar insiden ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan sektor energi untuk memperketat pengamanan objek vital nasional sekaligus mempercepat agenda pemberantasan mafia migas.

“Ini kejadian sangat langka dan belum pernah terjadi sebelumnya. Negara harus hadir penuh. Aparat penegak hukum wajib mengusut tuntas agar kedaulatan energi benar-benar berada di tangan negara demi kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya