Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekspor RI Tembus 256 Miliar Dolar AS, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 13:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja ekspor Indonesia sepanjang periode Januari - November 2025 menunjukkan performa yang tangguh. 

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor RI sukses menyentuh 256,56 miliar Dolar AS, tumbuh positif 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka ini memperpanjang catatan impresif neraca perdagangan Indonesia yang telah mengalami surplus selama 67 bulan bertubi-tubi sejak Mei 2020.


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sangat bergantung pada komoditas mentah, ekspor kali ini didominasi oleh produk bernilai tambah tinggi, yaitu sektor industri pengolahan. Sektor ini menjadi pahlawan utama dengan kontribusi mencapai 205,93 miliar Dolar AS. Sektor ini melesat 14 persen (yoy) dan memberikan andil pertumbuhan terbesar bagi total ekspor nasional.

Kemudian ada ekspor non-migas. secara keseluruhan, kelompok non-migas menyumbang  244,75 miliar Dolar AS atau naik 7,07 persen, membuktikan bahwa daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin kuat.

Sektor pertanian turut mencatatkan tren positif dan menjadi pendorong tambahan bagi ekspor non-migas secara kumulatif.

Di sisi lain, sektor migas mengalami kelesuan. Ekspor migas tercatat jatuh 17,64 persen menjadi hanya 11,81 miliar Dolar AS. 

Defisit di sektor ini dipicu oleh tingginya impor hasil minyak dan minyak mentah, meski secara total, neraca perdagangan barang tetap surplus besar di angka 38,54 miliar Dolar AS. 

Satu indikator positif lainnya adalah kenaikan impor Barang Modal sebesar 18,54 persen, khususnya pada mesin peralatan mekanis dan elektrik. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa industri dalam negeri sedang giat melakukan ekspansi kapasitas produksi dan investasi untuk tahun 2026.

"Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor Indonesia sejak Januari 2025," pungkas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya