Berita

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Somasi SBY Tak Digubris

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 13:02 WIB

SOMASI Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Budhius M Piliang sudah lewat tiga hari. Budhius agaknya tidak menghiraukan. 

Lewat Channel YouTube Unpacking Indonesia, Budhius terus saja berkarya. Postingan terbarunya, "Peta Jalan Politik Menuju 2029, Prabowo-Gibran Nominasi Utama, Pramono dan Dasco Masuk Nominasi Capres 2029".

Apakah pihak SBY akan masuk pada somasi kedua? Ataukah langsung melaporkan ke Polisi seperti yang dulunya juga dilakukan Joko Widodo alias Jokowi terhadap Roy Suryo cs? 


Agaknya Budhius mengabaikan somasi SBY atas dasar kebebasan berpendapat, seperti juga alasan Roy Suryo cs dulu ketika mengabaikan somasi Jokowi.

Maka, tak salah, kalau dikatakan SBY meniru langkah politiknya Jokowi saat memperkarakan Roy Suryo cs terkait ijazahnya.

Kini giliran pendukung Jokowi pula, Budhius meniru alasan Roy Suryo cs, untuk berkelit diperkarakan SBY. Seperti siklus yang berulang. Ilmu lawan dipergunakan pula untuk menghabisi lawan. 

SBY ingin membersihkan dirinya dikaitkan dengan Roy Suryo cs yang memperkarakan ijazah Jokowi. Jokowi ingin membersihkan dirinya dari tuduhan ijazah palsu. 

Ijazahnya asli dan itu sudah diakui pihak UGM dan hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri. Hanya saja, Roy Suryo cs ngotot mengatakan, ijazah itu palsu.

Roy Suryo cs ngotot mengatakan ijazah Jokowi palsu, oleh karena dilihat dari penampakan ijazah Jokowi itu sendiri, termasuk cuplikan-cuplikan riwayat perkuliahan yang diungkapkan Jokowi itu sendiri. 

Cuplikan-cuplikan yang dikemudian hari terlihat bertentangan seperti soal IPK yang di bawah 2 dan Pak Kasmudjo yang entah sebagai apa; dosen pembimbing skripsi atau akademik.

Bisa jadi karena penampakan Roy Suryo cs pula, serta cuplikan-cuplikan riwayat hidup Roy Suryo, pendukung Jokowi seperti Budhius dan yang lainnya, ngotot mengaitkan SBY ada di belakang gugatan ijazah Jokowi. 

Lihatlah, Roy Suryo mantan petinggi Demokrat. Denny Indrayana, mantan Menteri SBY, jadi pengacara Roy Suryo cs. Konon Amir Syamsuddin, juga ikut turun.

Jadi, sama-sama ngotot dan saling bantah. Pendukung Jokowi ngotot mengatakan orang besar di balik kasus ijazah Jokowi adalah SBY. Meski Jokowi membantah bukan SBY. Dan Roy Suryo cs ngotot mengklaim ijazah Jokowi palsu, dan membantah pula orang besar di balik mereka ialah SBY. Tapi, pendukung Jokowi tak percaya.

Memang beda level. SBY membersihkan dirinya dari tuduhan ada di balik dugaan ijazah palsu. Jokowi justru membersihkan diri dari tuduhan palsu itu sendiri. 

SBY sudah menarik diri dari politik hari-hari, setelah tak lagi menjabat. Jokowi justru semakin sibuk, setelah tak lagi menjabat. Apalagi, setelah kasus ijazahnya diangkat.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya