Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Siang Ini Tembus Level 8.800, Sektor Energi dan Transportasi Jadi Bintang

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar modal Indonesia menunjukkan taringnya pada pembukaan perdagangan pekan pertama Januari 2026. Menutup perdagangan sesi I, Senin siang 5 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil meyakinkan dengan parkir di zona hijau, menguat 0,65 persen atau naik 56 poin ke level psikologis baru 8.804.

Meski sempat fluktuatif dan menyentuh level terendah di 8.732 pada awal perdagangan, tenaga beli investor berhasil mendorong indeks hingga sempat mencicipi posisi tertinggi di 8.816 sebelum jeda siang.

Antusiasme pasar terlihat sangat tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 2,64 juta kali. Nilai transaksi pun tergolong jumbo untuk ukuran setengah hari perdagangan, yakni sebesar Rp19,53 triliun. Dominasi warna hijau terlihat jelas dengan 385 emiten menguat, jauh melampaui 315 emiten yang terkoreksi.


Sektor Transportasi melejit paling kencang sebesar 3,22 persen. Sektor ini menjadi motor utama penguatan indeks siang ini.

Sektor Energi mengekor di posisi kedua dengan kenaikan 2,12 persen. Sektor ini sangat diuntungkan oleh meningkatnya permintaan dan fluktuasi harga komoditas global.

Sektor Bahan Baku dan Industri tak mau kalah. Keduanya kompak menguat di atas 1,3 persen, menunjukkan optimisme terhadap aktivitas manufaktur dan suplai material di awal tahun.

Bagi kolektor saham blue chip perbankan, sektor keuangan juga tampil solid dengan kenaikan 0,85 persen, memberikan bantalan yang cukup kuat bagi IHSG untuk tetap bertahan di atas level 8.800.

Di saat sembilan sektor berpesta, sektor teknologi justru menjadi beban terberat dengan koreksi tajam 1,39 persen. Sektor konsumer non-primer juga sedikit tertekan dengan penurunan tipis 0,21 persen.

Secara keseluruhan, IHSG memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan penguatan ke sesi II, terutama didorong oleh sektor energi dan transportasi. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas di sektor teknologi yang saat ini sedang mengalami tekanan jual.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya