Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez (Foto: RIA Novosti)
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez (Foto: RIA Novosti)
Menurut Díaz-Canel, penculikan terhadap kepala negara yang dipilih secara demokratis tidak dapat ditutup-tutupi maupun diterima oleh komunitas internasional. Kuba memandang insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
Presiden Kuba menolak keras anggapan bahwa Amerika Latin merupakan halaman belakang Amerika Serikat. Ia juga menuding kepentingan utama pihak imperialis adalah menguasai minyak, tanah, dan sumber daya alam Venezuela.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
Senin, 29 Desember 2025 | 13:09
UPDATE
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:12
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:03
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:01
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:55
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:43
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:42
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:38
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:35
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:32
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:30