Berita

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez (Foto: RIA Novosti)

Dunia

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang disebutnya sebagai tindakan terorisme negara terhadap seorang pemimpin yang dipilih secara sah oleh rakyat. 

Menurut Díaz-Canel, penculikan terhadap kepala negara yang dipilih secara demokratis tidak dapat ditutup-tutupi maupun diterima oleh komunitas internasional. Kuba memandang insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Presiden Kuba menolak keras anggapan bahwa Amerika Latin merupakan halaman belakang Amerika Serikat. Ia juga menuding kepentingan utama pihak imperialis adalah menguasai minyak, tanah, dan sumber daya alam Venezuela. 


“Tujuan kaum imperialis adalah minyak Venezuela, tanah dan sumber daya alamnya. Tidak, Tuan-tuan imperialis, ini bukan ‘halaman belakang’ Anda,” ujar Díaz-Canel seperti dikutip media Rusia Vremya.ua, Senin, 5 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe maupun kekuasaan raja atau kaisar mana pun di atas kedaulatan bangsa-bangsa Amerika Latin. Presiden Kuba itu juga menyatakan bahwa rakyat Kuba siap berjuang demi kebebasan Venezuela. 

“Demi Venezuela, dan juga demi Kuba, kami siap memberikan darah kami, bahkan nyawa kami. Kami tidak akan mundur. Sekarang bukan waktunya setengah-setengah, ini adalah waktu kepastian dan memilih pihak dalam menghadapi fasisme dan kebiadaban imperial,” kata Díaz-Canel. 

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam sebuah pengarahan di Mar-a-Lago terkait hasil operasi di Venezuela, menyatakan keinginannya untuk membantu rakyat Kuba. 

Trump beralasan bahwa kondisi di negara itu saat ini buruk dan memiliki keterkaitan dengan situasi Venezuela. Namun demikian, Trump menegaskan bahwa hingga kini dirinya belum mempertimbangkan opsi tindakan militer terhadap Kuba.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya