Berita

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev (Tangkapan layar RMOL dari siaran Vietnam Plus)

Dunia

Moskow Ingatkan Bahaya Eskalasi Usai Langkah AS terhadap Venezuela

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia akhirnya angkat bicara terkait langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menilai tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Meski demikian, Medvedev, yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Rusia, mengakui adanya pola konsisten dalam kebijakan Presiden Trump. Menurutnya, meskipun langkah tersebut jelas melanggar hukum internasional, Trump dan timnya secara terbuka dan tanpa ragu membela kepentingan nasional Amerika Serikat.


“Pada saat yang sama, harus diakui bahwa terlepas dari tindakan Trump yang jelas-jelas ilegal, ia memiliki konsistensi tertentu. Ia dan timnya sangat teguh membela kepentingan nasional negara mereka,” ujar Medvedev, dikutip dari TASS, Senin 5 Januari 2026. 

Medvedev juga menyinggung pernyataan Nicolas Maduro yang menuduh Washington berambisi menguasai sumber daya Venezuela, termasuk minyak. Ia menyebut Trump tidak menutup-nutupi tujuan tersebut. Karena itu, menurut Medvedev, Amerika Serikat kini tidak memiliki dasar moral untuk mencela Rusia, bahkan secara formal, sebuah sindiran yang merujuk pada konflik di Ukraina.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam keras tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai langkah yang “sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk.”

Kementerian tersebut menekankan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut serta menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan penyelesaian melalui dialog. Moskow juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam upaya-upaya diplomatik guna meredakan ketegangan.

Selain itu, Rusia menegaskan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela dan menekankan bahwa negara tersebut harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal, khususnya intervensi militer.

Rusia juga mengingatkan hubungan persahabatan yang telah lama terjalin dengan Venezuela, termasuk dukungan Presiden Vladimir Putin yang kembali ditegaskan dalam percakapan telepon dengan Nicolas Maduro pada Desember lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya