Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: BBC)

Dunia

Khamenei Berencana Kabur ke Moskow Jika Rezim Iran Runtuh

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 10:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah menyiapkan rencana pelarian ke Rusia apabila gelombang protes nasional yang melanda Iran semakin membesar dan mengancam kelangsungan rezimnya. 

Mengutip laporan surat kabar Inggris The Times pada Senin, 5 Januari 2026, rencana pelarian yang disebut sebagai “Plan B” mencakup evakuasi Khamenei yang kini berusia 86 tahun bersama sekitar 20 orang terdekatnya, termasuk anggota keluarga dan para ajudan. 

The Times
menyebut rencana tersebut disusun dengan dukungan jaringan intelijen dan telah dipersiapkan secara matang.


Selain menyelamatkan diri, Plan B juga mencakup skema untuk memindahkan jaringan aset besar milik Khamenei. 

Mengutip investigasi Reuters tahun 2013, The Times menyatakan bahwa aset tersebut bernilai sekitar 95 miliar dolar AS, termasuk organisasi Setad dan jaringan yayasan amal semi-negara yang dikenal tertutup secara finansial.

“Plan B adalah untuk Khamenei dan lingkaran terdekatnya, termasuk keluarga dan putranya yang disebut-sebut sebagai pewaris yang telah dipersiapkan, Mojtaba,” tulis The Times dengan mengutip sumber-sumber intelijen.

Laporan itu juga mengutip pandangan mantan pejabat intelijen Israel, Beni Sabti, yang menyatakan bahwa Rusia merupakan satu-satunya tujuan realistis bagi Khamenei.

“Tidak ada tempat lain baginya,” ujar Sabti, seraya menegaskan bahwa Moskow dianggap sebagai pelindung terakhir bagi para pemimpin yang terdesak.

Disebutkan pula bahwa Khamenei sebelumnya pernah menyatakan kekagumannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menilai budaya Iran memiliki kedekatan dengan budaya Rusia, sehingga Moskow dipandang sebagai tempat aman secara politik maupun personal.

Rencana pelarian Khamenei ini dinilai meniru langkah mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang melarikan diri ke Moskow setelah rezimnya runtuh pada November 2024. 

Assad kini dilaporkan hidup nyaman di Rusia, sebuah preseden yang memperkuat spekulasi bahwa Rusia kembali menjadi tempat perlindungan bagi para pemimpin yang kehilangan kekuasaan.

Sementara itu, tekanan terhadap Iran terus meningkat seiring meluasnya aksi protes dan kampanye tekanan maksimum Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald 

Trump bahkan mengirimkan pesan keras melalui akun resmi berbahasa Persia Departemen Luar Negeri AS, yang berbunyi: “Presiden Trump adalah orang yang bertindak. Jika Anda belum tahu, sekarang Anda tahu.”

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya