Berita

Citra satelit yang menunjukkan kerusakan luas di Fort Tiuna, markas besar angkatan bersenjata Venezuela, setelah serangan udara AS (Foto: Vantor)

Dunia

Total Korban Serangan AS di Venezuela Tembus 80 Orang

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) di Venezuela dilaporkan telah menembus angka 80 orang, terdiri dari warga sipil dan anggota pasukan keamanan.

The New York Times mengutip seorang pejabat senior Venezuela yang anonim mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah.

Serangan terjadi pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026 ketika pasukan khusus AS menangkap Presiden Venezuela yang kini terguling, Nicolas Maduro, di ibu kota Caracas. 


Operasi itu dibarengi pemboman jet tempur AS terhadap sejumlah instalasi dan pangkalan militer penting di berbagai wilayah negara tersebut.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menilai penangkapan Maduro oleh AS sarat dengan motif ideologis tertentu. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, ia menyebut tindakan Washington memiliki nuansa Zionis.

“Pemerintah-pemerintah di seluruh dunia terkejut bahwa Republik Bolivarian Venezuela telah menjadi korban dan sasaran serangan seperti ini, yang tidak diragukan lagi memiliki nuansa Zionis,” ujar Rodriguez, seperti dikutip dari New York Times, Senin, 5 Januari 2026.

Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden di era Maduro dan kini ditetapkan Mahkamah Agung sebagai presiden interim, menegaskan pihak-pihak yang mendorong agresi bersenjata terhadap Venezuela akan dimintai pertanggungjawaban. 

“Para ekstremis yang mempromosikan agresi bersenjata terhadap negara kami, sejarah dan keadilan akan membuat mereka membayar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump. Ia mengancam Rodriguez akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar dari Maduro, jika terus menolak bekerja sama dengan Amerika Serikat. 

Sebelumnya, Trump juga menyebut Rodriguez akan menjadi mitra dalam memungkinkan AS menjalankan Venezuela.

Sehari setelah serangan, ribuan pendukung pemerintah turun ke jalan-jalan Caracas. Mereka mengibarkan bendera nasional Venezuela dan menyerukan persatuan nasional menghadapi apa yang mereka sebut sebagai agresi asing.

Serangan AS menuai kecaman dari mayoritas negara Amerika Selatan, termasuk Brasil, Kolombia, dan Cile. 

Sementara itu, sejumlah negara Eropa menyambut lengsernya Maduro, meski sebagian mempertanyakan legalitas operasi militer AS.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya