Berita

Loket kerta api (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Penjualan Tiket Kereta Api Nataru 2025/2026 Tembus 4,1 Juta Penumpang

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Antusiasme masyarakat untuk pulang kampung dan berlibur menggunakan moda transportasi kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa penjualan tiket selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai angka fantastis, yakni 4.135.783 tiket, melampaui capaian tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa data ini dirangkum untuk periode perjalanan 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

"Capaian tersebut tumbuh 10,86 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat 3.730.584 tiket. Angka ini masih berpotensi meningkat karena penjualan tiket berlangsung hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB," kata Anne di Jakarta, Minggu 4 Januari 2026. 


Pertumbuhan yang signifikan ini dipicu oleh pola perjalanan masyarakat yang semakin dinamis. Anne menjelaskan bahwa tingginya aktivitas naik-turun penumpang di stasiun-stasiun perantara menunjukkan efektivitas layanan KAI dalam menghubungkan berbagai wilayah.

“Selama masa Natal dan tahun baru, kereta api berperan sebagai penghubung mobilitas antarwilayah. Perjalanan pelanggan tersebar di berbagai stasiun, baik pada layanan jarak jauh maupun lokal,” ujar Anne.

Penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat 3.363.058 tiket, setara 121,8 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Penjualan tiket kereta api lokal mencapai 772.725 tiket, atau 103,7 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Secara agregat, tingkat keterisian kursi KAI selama musim liburan ini menyentuh angka 118 persen. Angka di atas 100 persen ini dimungkinkan berkat adanya penumpang dinamis yang naik dan turun di stasiun antara dalam satu rangkaian perjalanan.

Data harian menunjukkan volume pelanggan tetap stabil di atas 200 ribu orang per hari. Puncak kepadatan terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total 269.719 pelanggan dalam satu hari saja.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya