Berita

Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Operasional Pelabuhan Ciwandan Normal Pasca Banjir

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 23:46 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Aktivitas operasional Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten dipastikan tetap berjalan normal meski kawasan tersebut terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi sejak Jumat 2 Januari 2026.

Group Head Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Ali Sodikin memastikan perusahaan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menjaga kelancaran arus logistik dan akses menuju kawasan industri dan pelabuhan.

Ali mengatakan pengamanan operasional pelabuhan menjadi prioritas utama mengingat Pelabuhan Ciwandan merupakan salah satu simpul penting distribusi logistik di wilayah Banten dan sekitarnya.


“Hingga saat ini, aktivitas di Pelabuhan Ciwandan berlangsung seperti biasa," kata Ali melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 4 Januari 2026.

Banjir yang melanda wilayah Cilegon sempat merendam sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan di depan Pabrik Semen hingga Jalan Lingkar Selatan (JLS), yang merupakan jalur strategis penghubung Anyer-Cilegon.

Berdasarkan laporan di lapangan, banjir meluas di tiga kecamatan, yakni Ciwandan, Cibeber, dan Jombang. Kawasan Ciwandan, khususnya Kampung Kebanjiran, menjadi salah satu titik dengan dampak terparah akibat luapan air.

Terkait banjir, Pelindo juga mengambil langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat sekitar yang terdampak langsung banjir. Perusahaan menyalurkan 500 paket bantuan sembako kepada warga di kawasan Ciwandan.

“Banjir berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. Pelindo hadir untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak,” kata Ali.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya