Berita

Presiden Kolombia Gustavo Petro (Foto: X)

Dunia

Video Lama Presiden Kolombia Kembali Viral Usai Trump Ancam Penangkapan

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah video lama Presiden Kolombia Gustavo Petro kembali viral di media sosial setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Kolombia, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. 

Video tersebut berasal dari konferensi pers Petro pada November lalu, saat ia merespons keras kebijakan Trump yang memutus bantuan untuk Kolombia dan melontarkan tudingan tajam terhadap pemerintahannya.

Dalam pidato itu, Petro memperingatkan bahwa Amerika Latin tidak akan tinggal diam jika AS memperluas aksi militernya di kawasan Karibia. Ia menyebut potensi perlawanan besar-besaran dari negara-negara kawasan. 


"Amerika Latin akan bangkit berjuta-juta orang jika Amerika Serikat memperluas tindakan militernya di Karibia,” ujar Petro, dalam video yang dilihat di X pada Minggu, 4 Januari 2026. 

Petro juga mengecam keras pemerintahan Trump, yang menurutnya menggunakan ancaman militer dan label “diktator” untuk membenarkan agresi terhadap Venezuela. Ia menolak gagasan menjadikan Kolombia sebagai basis invasi. 

“Presiden Kolombia yang melakukan itu akan dikutuk generasi mendatang sebagai pengkhianat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa konflik terhadap Venezuela didorong oleh keserakahan sumber daya alam. 

“Invasi itu hanya soal minyak, didorong oleh kerakusan dan kekerasan, untuk mengubah Amerika Selatan menjadi Suriah lain, Irak lain, Libya lain,” kata Petro, seraya menegaskan penolakannya mempermalukan atau menjebak rakyat Venezuela.

Peringatan Petro tersebut kembali relevan setelah pada Sabtu, 3 Januari, Trump memerintahkan operasi militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro serta istrinya, Cilia Flores. 

Keduanya kemudian diproses di kantor Drug Enforcement Administration (DEA) di Manhattan dan dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn.

Usai penangkapan Maduro, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Kolombia dan negara lain. 

“Dia punya pabrik kokain. Mereka mengirimkannya ke Amerika Serikat. Jadi saya tetap pada pernyataan saya,” kata Trump.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya