Berita

Ilustrasi defisit APBN. (Foto: repro @sindonews.com)

Bisnis

Defisit APBN Terancam Membesar, Program Berbiaya Jumbol Perlu Ditata Ulang

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Prediksi membengkaknya utang negara mulai ramai dikemukakan para pakar, seiring rencana pemerintah membiayai program yang menyedot anggaran sangat besar pada tahun ini.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai potensi defisit anggaran tidak semata dipicu oleh Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) justru berpotensi menjadi beban fiskal baru karena membutuhkan anggaran hingga ratusan triliun rupiah.


"Ada proyek KDKMP yang bisa menelan biaya hingga ratusan triliun rupiah," ujar Nailul Huda kepada , Minggu, 4 Januari 2026.

Karena itu ia mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan untuk segera menata ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Jika tidak dilakukan Huda meyakini proyeksi para pakar ekonomi akan menjadi kenyataan, yakni defisit APBN 2026 berpotensi melampaui target pemerintah sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Pemerintah perlu melakukan redesign program agar lebih hemat. Jika tidak konsekuensinya adalah utang negara akan semakin tinggi," pungkas Huda.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya