Berita

Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris (Foto: AFP)

Dunia

Kamala Harris Sebut Agresi Trump ke Venezuela Demi Minyak dan Kekuasaan

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 16:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris melontarkan kritik keras terhadap keputusan Presiden Donald Trump melancarkan serangan militer ke Venezuela. 

Melalui pernyataan yang diunggah di akun X pada Minggu, 4 Januari 2026, Harris menilai tindakan Trump tidak memberikan manfaat apa pun bagi keamanan maupun kesejahteraan rakyat Amerika.

“Tindakan Donald Trump di Venezuela tidak membuat Amerika lebih aman, lebih kuat, atau lebih terjangkau,” tulis Harris. 


Ia menegaskan bahwa meskipun Presiden Venezuela Nicolas Maduro dicap sebagai diktator brutal, hal tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa langkah Trump melanggar hukum dan tidak bijaksana.

Menurut Harris, kebijakan tersebut bertentangan dengan kehendak publik Amerika. Ia secara tegas menolak alasan resmi pemerintahan Trump yang mengaitkan operasi di Venezuela dengan isu narkoba dan demokrasi. 

“Ini bukan tentang narkoba atau demokrasi. Ini tentang minyak dan keinginan Donald Trump untuk berperan sebagai penguasa otoriter di kawasan ini,” kata Harris. 

Ia bahkan menuding Trump bersikap inkonsisten karena mengampuni seorang terpidana perdagangan narkoba serta mengesampingkan oposisi sah Venezuela demi mengejar kesepakatan dengan kroni-kroni Maduro.

"Ini bukan tentang narkoba atau demokrasi. Ini tentang minyak dan keinginan Donald Trump untuk berperan sebagai penguasa otoriter di kawasan ini," tegasnya.

Harris mengingatkan bahwa sejarah telah berulang kali menunjukkan dampak buruk intervensi militer dengan dalih penggulingan rezim.

“Kita sudah pernah melihat film ini sebelumnya. Perang untuk penggulingan rezim atau minyak yang dijual sebagai kekuatan tetapi berubah menjadi kekacauan, dan keluarga-keluarga Amerika yang menanggung akibatnya,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya