Berita

Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, terbakar setelah serangkaian ledakan di Caracas (Foto: AFP)

Dunia

AS Tangkap Presiden Venezuela, PBB: Preseden Berbahaya

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bereaksi keras atas aksi militer Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi situasi di negara Amerika Selatan tersebut.

“Sekretaris Jenderal sangat prihatin atas eskalasi terbaru di Venezuela yang memuncak dengan aksi militer Amerika Serikat hari ini,” ujar Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dalam pernyataan resmi yang dikutip Minggu, 4 Januari 2025.


Menurut Dujarric, Guterres menilai langkah militer AS berpotensi menimbulkan implikasi serius dan mengkhawatirkan bagi stabilitas kawasan.

“Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” tegasnya.

Guterres menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, oleh seluruh negara tanpa pengecualian. Ia juga menyatakan kekhawatiran mendalam atas semakin diabaikannya prinsip-prinsip dasar hukum internasional dalam konflik global.

“Sekretaris Jenderal menyerukan kepada semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog yang inklusif, dengan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum,” lanjut Dujarric.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores pada Sabtu dini hari, bersamaan dengan serangan militer berskala besar ke Venezuela.

Trump mengklaim Maduro dan Flores telah dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba.

Usai serangan tersebut, Trump menyatakan AS akan mengambil alih kendali Venezuela, termasuk membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk masuk dan mengelola kembali infrastruktur minyak negara itu.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, seperti dilansir Al Arabiya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya