Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Getty Images)

Dunia

Agresi AS ke Venezuela Bentuk Perang Kelas Global

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 23:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (Komrad) mengecam keras agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Bolivarian Venezuela. 

Komrad menilai serangan tersebut bukan sekadar konflik antarnegara, melainkan bentuk perang kelas global yang dijalankan imperialisme untuk mempertahankan dominasi kapital internasional.

Juru Bicara Komrad, Asep Nurdin mengatakan, agresi militer tersebut mencerminkan watak imperialisme sebagai tahap tertinggi kapitalisme, di mana negara digunakan sebagai alat kelas borjuasi monopoli untuk mengamankan akumulasi kapital.


“Ini adalah upaya perampokan sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral, demi kepentingan kapital finansial global,” kata Asep dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu 3 Januari 2025.

Menurut Komrad, narasi keamanan, stabilitas, dan pergantian rezim yang kerap digunakan Amerika Serikat hanyalah kamuflase ideologis untuk membenarkan kekerasan dan intervensi terhadap negara berdaulat. Upaya memaksakan pergantian pemerintahan melalui agresi militer dinilai sebagai bentuk kolonialisme modern yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hukum internasional.

Komrad juga menegaskan bahwa perlawanan rakyat Venezuela dalam mempertahankan kedaulatannya merupakan hak yang sah dan bagian dari perjuangan anti-imperialis dunia. 

“Dalam konflik semacam ini, netralitas adalah ilusi. Mengaburkan pelaku dan korban sama saja dengan membenarkan imperialisme,” ujar Asep.

Dalam pernyataannya, Komrad menyatakan solidaritas kelas internasional kepada rakyat Venezuela serta seluruh kekuatan progresif yang melawan dominasi kapital global. 

Perjuangan Venezuela disebut tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan perjuangan rakyat tertindas di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

“Imperialisme akan terus melahirkan perang dan penindasan. Perlawanan rakyat yang sadar kelas dan terorganisir adalah satu-satunya jalan menuju pembebasan sejati,” pungkas Asep.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya