Berita

Slide presentasi Awalil Rizky arus investasi dari 2004 hingga 2025. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Bisnis

Lampu Merah Ekonomi, Dolar AS Bisa Jebol ke Rp20.000

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 22:48 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nilai tukar rupiah berpotensi melemah tajam hingga menembus Rp20.000 per dolar AS pada 2026 jika kondisi transaksi internasional Indonesia terus memburuk dan tidak diantisipasi secara serius oleh pemerintah maupun Bank Indonesia.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky memperingatkan pelemahan rupiah sangat mungkin terjadi pada dua periode krusial, yakni Maret-April serta September-Oktober 2026 yang menurutnya menjadi titik ujian ketahanan eksternal perekonomian nasional.

"Kalau tidak antisipatif, tidak sense of crisis, tidak ada mitigasi risiko yang memadai, hal buruk bisa terjadi rupiah di bulan-bulan itu tembus ke 19.000 atau 20.000," kata dia dikutip dari Youtube Awalil Rizky, Sabtu, 3 Desember 2026.


Ia menegaskan meskipun Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan barang, kondisi transaksi internasional secara keseluruhan justru memburuk. Hal itu lantaran transaksi berjalan yang mencakup jasa serta transaksi finansial menunjukkan tren negatif.

Awalil memaparkan arus modal asing yang masuk ke Indonesia pada 2025 hanya sekitar 5-9 miliar dolar AS, anjlok jauh dibandingkan 2024 yang mencapai lebih dari 44 miliar dolar AS. Sebaliknya, modal penduduk Indonesia justru deras mengalir ke luar negeri, baik melalui investasi portofolio maupun penempatan dana di lembaga keuangan asing.

"Secara neto, lebih banyak uang penduduk Indonesia yang keluar dibandingkan modal asing yang masuk. Ini kondisi yang jarang terjadi dan sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Tekanan juga datang dari sisi investasi portofolio, di mana investor asing tercatat melakukan arus keluar bersih dari pasar saham dan surat utang domestik. Jika tren ini berlanjut cadangan devisa akan semakin tergerus dan memperlemah daya tahan rupiah.

Awalil menambahkan kondisi global turut memperparah tekanan, mulai dari tingginya suku bunga Amerika Serikat, perubahan kebijakan moneter Jepang, hingga meningkatnya daya tarik surat utang negara maju yang membuat Indonesia kalah bersaing.

Menurut dia, lemahnya arus modal masuk diperparah oleh ketidakpastian arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang membuat investor asing bersikap menunggu dan cenderung menarik dananya.

"Secara makro Indonesia kini lebih banyak membayar devisa dibandingkan menerima. Kalau ini dibiarkan, risiko guncangan nilai tukar di 2026 sangat besar," tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya