Berita

Pertemuan Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, dan Sufmi Dasco Ahmad di Widya Chandra, Jakarta. (Foto: Instagram DPP Golkar)

Politik

Parpol Pragmatis, Koalisi Permanen Tidak Mudah

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 18:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Merealisasikan wacana koalisi permanen antarpartai politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan perkara mudah.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, koalisi permanen berarti kerja sama partai politik yang bersifat tetap dan tidak berubah dalam jangka waktu panjang. 

Namun, konsep tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip politik praktis yang cenderung mendahulukan kepentingan masing-masing partai politik.


“Hal itu semakin nyata, karena partai politik di Indonesia cenderung pragmatis,” ujar Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu, 3 Januari 2026.

Sikap pragmatis tersebut, kata Jamiluddin, membuat kepentingan politik setiap partai mudah berubah-ubah sesuai dinamika politik yang berkembang. 

“Hal itu yang membuat sulitnya menyamakan kepentingan antarpartai untuk jangka panjang,” katanya.

Akibatnya, perubahan kepentingan politik masing-masing partai membuat koalisi yang terbentuk menjadi mudah goyah dan sulit dipertahankan secara permanen.

“Perubahan kepentingan politik masing-masing partai politik itu yang membuat koalisi mudah goyah,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya