Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Peternak Sapi Australia Menjerit usai China Batasi Impor

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 13:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para peternak sapi Australia mendapat pukulan telak setelah China mengumumkan pembatasan impor daging sapi untuk melindungi produsen dalam negerinya. 

Kebijakan ini menjadi tantangan baru bagi industri daging sapi Australia pada awal 2026, meskipun hubungan dagang kedua negara yang sempat memburuk pada masa pandemi Covid-19 sebelumnya dinilai mulai membaik.

Ketua Cattle Australia, Garry Edwards, mengatakan dampak kebijakan tersebut sangat besar karena Australia kini harus mencari pasar baru untuk ekspor daging sapinya. 


“Jadi kita memiliki daging sapi senilai satu miliar dolar yang perlu dikirim ke pasar lain,” ujar Edwards, dikutip dari 9News, Sabtu 3 Januari 2026.

Mulai awal Januari, China resmi memberlakukan batas impor daging sapi dari luar negeri. Setiap pasokan yang melebihi kuota akan dikenakan tarif pajak hingga 55 persen. Langkah ini diambil Beijing untuk melindungi industri daging sapi domestik yang tertekan akibat masuknya daging impor murah.

Edwards menjelaskan bahwa sebagian besar daging sapi murah tersebut sebelumnya dialihkan dari pasar Amerika Serikat (AS) ke China. “Sejumlah besar daging sapi yang dialihkan dari pasar Amerika ke China masuk dengan harga sangat rendah, dan itu berdampak langsung pada produsen daging sapi China,” ujarnya.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan pemerintah tengah bernegosiasi dengan China terkait kebijakan tarif baru tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan ditujukan secara khusus kepada Australia. 

“Ini bukan sesuatu yang secara khusus ditujukan kepada Australia. Ini adalah posisi umum yang telah diungkapkan oleh China,” kata Albanese.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya