Berita

Gedung BEI (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Bidik Transaksi Rp15 Triliun dan 2 Juta Investor Baru di Tahun 2026

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berambisi membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, serta terhubung secara global. Semangat tersebut tertian dalam Masterplan 2026-2030. 

Dalam peta jalan strategis tersebut, BEI mematok target yang sangat ambisius yaitu menembus jajaran 10 besar bursa efek dunia dalam lima tahun ke depan.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pasar modal yang memiliki daya saing yang inklusif.


“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 Bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ujar Iman saat membuka perdagangan tahun 2026 di Jakarta, Jumat 2 Januari 2025. 

Tahun 2026 akan menjadi fondasi krusial bagi misi besar tersebut. BEI menetapkan parameter pertumbuhan yang tinggi, salah satunya adalah Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang diharapkan mencapai Rp15 triliun. Target ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi makro di tingkat nasional maupun global.

Tak hanya dari sisi likuiditas transaksi, performa emiten juga menjadi sorotan. BEI membidik 555 pencatatan efek baru sepanjang tahun 2026, dengan target spesifik 50 perusahaan baru yang akan melantai di bursa (IPO).

Pilar ketiga dalam target 2026 adalah memperkuat basis massa pasar modal. Iman menargetkan penambahan 2 juta investor baru dalam setahun. Untuk mencapainya, BEI akan memperluas kanal informasi guna menjangkau masyarakat lebih luas. Namun, ia menyadari bahwa target ini mustahil dicapai sendirian.

“Kami percaya agar tercapai visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder... kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Gairah pasar pada pembukaan tahun ini seolah memberikan sinyal hijau bagi target-target tersebut. Pada perdagangan Jumat pagi, IHSG bergerak perkasa dengan penguatan 0,66 persen ke level 8.703,82. Volume transaksi bahkan sempat menyentuh angka Rp21,15 triliun, menunjukkan bahwa minat pasar saat ini berada dalam tren yang sangat positif untuk mendukung Masterplan BEI 2026-2030.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya