Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia ditutup melemah di hari pertama perdagangan tahun 2026, karena para pelaku pasar masih khawatir akan adanya pasokan berlebih di pasar global akibat risiko geopolitik.
 
Dikutip dari Reuters, Sabtu 3 Januari 2026, harga penutupan minyak mentah Brent pada Jumat turun 10 sen menjadi 60,75 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 10 sen dan berakhir di level 57,32 Dolar AS per barel.

Ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun ada pembicaraan yang diawasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. 


Di sisi lain, pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker yang disebut beroperasi di sektor minyak Venezuela. Meski demikian, Maduro menyatakan dalam wawancara Tahun Baru bahwa Venezuela terbuka menerima investasi dari Amerika Serikat di sektor minyak, siap bekerja sama dalam pemberantasan narkoba, dan bersedia melakukan pembicaraan serius dengan Washington.

Ketegangan juga meningkat di Iran. Trump mengancam akan membantu para demonstran jika pasukan keamanan Iran menembaki mereka, di tengah gelombang protes yang disebut sebagai ancaman internal terbesar bagi pemerintah Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, meski risiko geopolitik semakin banyak, pasar minyak terlihat relatif tenang. Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan bahwa harga minyak seolah terjebak dalam kisaran perdagangan jangka panjang. "Pasar menilai pasokan minyak akan tetap mencukupi apa pun yang terjadi di ranah geopolitik," ujarnya 

Situasi di Timur Tengah turut menjadi perhatian setelah krisis antara sesama produsen OPEC, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, semakin dalam terkait konflik Yaman. Ketegangan ini memuncak setelah penerbangan di Bandara Aden dihentikan pada Kamis lalu.

Sepanjang tahun 2025, harga minyak Brent dan WTI sama-sama anjlok hampir 20 persen, menjadi penurunan tahunan terdalam sejak 2020. Bagi Brent, ini merupakan tahun ketiga berturut-turut mengalami penurunan, rekor terpanjang sepanjang sejarah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya