Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah menutup tahun 2025 dengan performa yang mencengangkan, melambung hingga 64 persen, kilau emas sama sekali belum memudar saat memasuki lembaran baru tahun ini. 

Logam mulia ini membuka sesi perdagangan pertama dengan penuh percaya diri, bertengger di level 4.313 Dolar AS per ons pada erdagangan Jumat 2 Januari 2026, setelah sempat menunjukkan "taringnya" di awal sesi dengan menyentuh angka 4.402 Dolar AS.

Sementara Futures emas AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,3 persen menjadi 4.329,6 Dolar AS per ons.


Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Pasar saat ini sedang digerakkan oleh kombinasi sempurna antara kecemasan dan harapan. Di satu sisi, investor merasa waswas dengan ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai di Timur Tengah dan Ukraina, serta beban utang AS yang terus menggunung. 

Di sisi lain, muncul optimisme besar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan segera memangkas suku bunga pada Maret mendatang. Bagi emas, "angin segar" dari kebijakan moneter ini adalah bahan bakar utama untuk terbang lebih tinggi.

Secara fundamental, kekuatan emas juga didorong oleh kembalinya minat fisik dari dua raksasa ekonomi, India dan China, yang kini berani membayar lebih (premi) untuk mendapatkan logam ini. Hal ini membuktikan bahwa selera pasar global terhadap aset safe-haven masih sangat besar.

Kini, semua mata tertuju pada angka keramat berikutnya. Para analis teknikal telah memasang radar pada level resistensi 4.584 Dolar AS. Jika harga mampu menembus tembok tersebut, maka emas secara resmi akan mencatatkan sejarah baru dalam buku rekor dunia komoditas. 

Meski perak dan platinum sempat mencuri perhatian dengan kenaikan persentase yang lebih gila tahun lalu, emas tetaplah "sang raja" yang menentukan arah sentimen pasar di awal 2026 ini.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya