Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Variatif di Awal 2026

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street menutup perdagangan hari pertama tahun 2026 dengan hasil beragam, didorong oleh saham-saham sektor semikonduktor dan industri. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 3 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 319,10 poin atau 0,66 persen ke level 48.382,39, S&P 500 menguat 12,97 poin atau 0,19 persen ke 6.858,47, sementara Nasdaq Composite turun tipis 6,36 poin atau 0,03 persen ke 23.235,63.

Meski saham chip menguat, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru melemah. Apple dan Microsoft turun sehingga membatasi kenaikan S&P 500 dan Nasdaq. Tekanan juga datang dari saham sektor konsumsi non-primer, termasuk Amazon. Sementara itu, Tesla merosot 2,6 persen setelah melaporkan penurunan penjualan tahunan untuk tahun kedua berturut-turut.


Joe Mazzola, kepala strategi perdagangan dan derivatif di Charles Schwab, menilai pasar saat ini didominasi pola transaksi jangka pendek. "Investor cenderung membeli saat harga turun dan menjual ketika harga naik cepat," ujarnya.

Ia juga menyebut investor kini lebih berhati-hati terhadap valuasi saham-saham berbasis kecerdasan buatan, meski tetap agresif memanfaatkan peluang beli saat terjadi koreksi.

Saham-saham berkapitalisasi kecil yang sebelumnya tertekan turut bangkit. Indeks Russell 2000 naik 1,1 persen dan mengakhiri tren penurunan empat hari berturut-turut. Namun secara keseluruhan, reli musiman yang dikenal sebagai “Santa Claus rally” tetap gagal terwujud setelah aksi jual di akhir tahun memupus ekspektasi pasar.

Ke depan, arah kebijakan moneter Federal Reserve diperkirakan akan menjadi penentu utama pergerakan pasar global sepanjang 2026.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya